;

Dampak Suku Bunga pada Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 20 Jan 2025 Kontan
Dampak Suku Bunga pada Pertumbuhan Ekonomi
Pemangkasan suku bunga acuan di 2025 dinilai menjadi katalis positif bagi kinerja emiten sektor konsumer siklikal, terutama yang berbasis otomotif dan ritel. Andhika Audrey, analis Panin Sekuritas, menyatakan bahwa biaya dana yang lebih rendah meningkatkan arus kas dan profitabilitas emiten, dengan sektor otomotif diproyeksikan paling diuntungkan karena mayoritas pembelian kendaraan dilakukan melalui kredit. Momentum Idul Fitri juga diyakini akan meningkatkan penjualan mobil.

Sektor ritel, terutama emiten dengan target pasar menengah atas seperti Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), diprediksi tetap tangguh meskipun tantangan dari pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya tenaga kerja tetap ada. Natalia Sutanto, analis BRI Danareksa Sekuritas, menekankan bahwa biaya tenaga kerja yang mencapai 10%-17% dari pendapatan bisa menekan profitabilitas, sehingga efisiensi dan peningkatan produktivitas menjadi strategi utama.

Optimisme juga didukung oleh peningkatan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang mencapai 127,7 dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,1% oleh Bank Dunia. Nafan Aji Gusta, analis Mirae Asset Sekuritas, mencatat bahwa kondisi konsumsi domestik masih bisa tumbuh positif, terutama dengan potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut ke level 5,5%.

Analis lain seperti Rifdah Fatin Hasanah dari Ina Sekuritas merekomendasikan buy untuk Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), yang berpotensi meningkatkan margin meski menghadapi tantangan seperti larangan penjualan iPhone. Berbagai emiten berbasis ritel, seperti ACES, MAPI, dan Alfamart Tbk (AMRT), juga direkomendasikan untuk pembelian oleh para analis dengan target harga yang beragam, menunjukkan prospek yang tetap menjanjikan meskipun ada hambatan.
Tags :
#Ekonomi #Bunga
Download Aplikasi Labirin :