BP2MI Berencana Dapat Kucuran Pinjaman
07 Jan 2025
Kompas
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan mendapatkan kucuran anggaran negara sebesar Rp 45 triliun selama lima tahun. Menurut rencana, dana sebesar itu akan ditempatkan dan dikelola oleh badan layanan umum di bawah kementerian. Oleh badan layanan umum, dana akan dapat dipakai untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada pekerja migran Indonesia yang butuh biaya membiayai ongkos keberangkatan ataupun pelatihan keterampilan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Abdul Kadir Karding sebagai hasil rapat terbatas antara Presiden Prabowo Subianto dan beberapa kementerian, termasuk kementerian yang Karding pimpin, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akhir pekan lalu, di Istana Bogor.
”Atas perhatian Presiden terhadap nasib pekerja migran Indonesia, nanti kami akan memperoleh komitmen dana Rp 45 triliun yang akan dibagi (dicairkan) tiga kali sehingga masing-masing Rp 15 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan pinjaman berbunga rendah guna membiayai keberangkatan dan pelatihan keterampilan kerja bagi pekerja migran Indonesia,” ujarnya saat sesi bincang santai dengan media, Senin (6/1/2025), di Jakarta. Dia didampingi oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI Christina Aryani. Karding, sapaan akrabnya, menyatakan, hingga kini masih ada persoalan tingginya biaya keberangkatan dan pelatihan keterampilan kerja. Dia tidakmenyebut detail kucuran dana Rp 45 triliun, apalagi saat ditanya media mengenai apakah sumber dana sebesar itu dariAPBN tahun 2025 atau bukan.
Karding hanya memastikan dana tersebut akan cair dalam tiga kali pencairan selama lima tahun. Pencairan pertama akan langsung ditindaklanjuti dengan membentuk badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI. Mekanisme teknis pembentukan sampai cara kerja BLU dalam menyalurkan pinjaman bunga rendah belum bisa Karding sampaikan saat ini. ”Dana akan difokuskan untuk urusan pemberangkatan dan pelatihan keterampilan kerja, sedangkan mengenai urusan pemulangan, kami akan cari cara lain. Uang negara ini akan kami putar menjadi pembiayaan dengan bunga rendah, bukan serta-merta uang subsidi. Masalah pekerja migran yang sering jadi korban calo karena biaya keberangkatan dan pelatihan mahal,” ucapnya. (Yoga)
Tags :
#Kebijakan PemerintahPostingan Terkait
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
30 Jun 2025
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
24 Jun 2025
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
24 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023