Kesejahteraan Dipertaruhkan, Seusai Pesta Politik
Kualitas demokrasi bangsa ini belum dalam kondisi yang menggembirakan. Setidaknya dengan mengacu pada berbagai indeks yang memotret kondisi demokrasi di negeri ini, hingga pengukuran sepanjang 2023, ada kecenderungan penurunan kualitas demokrasi di negeri ini. Badan Pusat Statistik (BPS), misalnya, mencatat pada 2023, kualitas demokrasi negeri ini sebesar 79,51 dari skala 1-100. Indeks yang ditopang oleh 3 aspek, 11 variabel, dan 30 indikator pengukuran ini menempatkan demokrasi negeri ini dalam kondisi ”sedang”. Hal yang agak mengkhawatirkan, jika dibandingkan dengan skor indeks tahun sebelumnya, capaian 2023 terbilang menurun. Tahun 2022, skor indeks demokrasi tercatat 80,41. Penyumbang terbesar penurunan tampak pada aspek kebebasan. Sebelumnya, skor kebebasan mencapai 82,80, kali ini merosot jadi 77,48. Sisi kapasitas kelembagaan demokrasi pun tampak menurun, dari semula 78,22 menjadi 76,46. Dalam indeks ini, peningkatan skor terjadi hanya pada aspek kesetaraan, dari semula skornya 80,28 berubah menjadi 83,74. Penurunan kualitas demokrasi dinyatakan pula dalam indeks demokrasi global yang dibangun oleh The Economist Intelligence Unit (EIU). Dengan menggunakan lima indikator dalam menentukan kualitas demokrasi suatu negara, antara lain ”proses pemilu dan pluralisme”, ”kebebasan sipil”, ”partisipasi politik”, ”fungsi dan kinerja pemerintah”, serta”budaya politik”, skor Indonesia di tahun 2023 sebesar 6,53 (dari skor tertinggi 10). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023