Surplus Perdagangan Capai Posisi Tertinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada November 2024 mencatatkan surplus sebesar US$4,42 miliar, yang merupakan yang terbesar kedua setelah Maret 2024. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa surplus ini tercatat selama 55 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, didorong oleh surplus komoditas nonmigas, terutama bahan bakar mineral, minyak, lemak hewani/nabati, serta besi dan baja. Meskipun neraca perdagangan migas tercatat defisit, Indonesia mencatatkan surplus dengan beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, dan Filipina, namun mengalami defisit dengan Brasil, Australia, dan Tiongkok.
Selain itu, Amalia mengungkapkan bahwa ekspor kakao dan olahannya mencapai US$2,31 miliar sepanjang Januari—November 2024, didorong oleh kenaikan harga komoditas kakao di pasar internasional yang melonjak akibat penurunan produksi di negara-negara produsen utama. Namun, impor komoditas beras mengalami lonjakan signifikan, mencatatkan volume 3,84 juta ton, naik 52,02% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tags :
#PerdaganganPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
02 Feb 2026
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
30 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023