;

Pesta Demokrasi - Dampak Ekonomi Pilkada Signifikan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2020 Bisnis Indonesia, 22 Jul 2020
Pesta Demokrasi - Dampak Ekonomi Pilkada Signifikan

Pemilihan kepala daerah serentak yang digelar pada Desember 2020 diprediksi mampu membangkitkan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah di 270 daerah penyelenggara pesta demokrasi itu. 

Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian mengatakan bahwa anggaran penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 tidak kurang dari Rp20 triliun. Dari anggaran itu, hampir 60% di antaranya dalam bentuk insentif kepada penyelenggara lapangan. Selain itu, dana pilkada yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) berdampak pada penanganan Covid-19, serta membangkitkan UMKM. Tito meminta agar para kontestan yang terlibat dalam pilkada untuk menggunakan alat peraga kampanye berupa masker dan hand sanitizer

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI), sebanyak 63,1% masyarakat menilai Pilkada 2020 sebaiknya ditunda. Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung memaklumi persepsi mayoritas masyarakat yang ingin Pilkada Serentak 2020 ditunda. Menurutnya, pandangan publik saat ini lebih disebabkan kekhawatiran atas krisis kesehatan. Doli Kurnia mengklaim pelaksanaan Pilkada 2020 dapat menstimulus roda perekonomian. Kontestasi tahun-tahun sebelumnya menunjukkan konsumsi dan belanja meningkat. 

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Pilkada 2020 tetap dapat digelar sembari menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, sejumlah negara terbukti sanggup melaksanakan pemilihan umum di tengah pandemi Covid-19.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :