;

Jika Ada Pendanaan PLTU Dimatikan

Ekonomi Yoga 04 Dec 2024 Kompas
Jika Ada Pendanaan PLTU Dimatikan

Komitmen Presiden Prabowo untuk mengakhiri seluruh PLTU berbasis batubara dalam 15 tahun, yang disampaikan dalam pertemuan internasional, dinilai positif bagi citra Indonesia. Namun, implementasinya amat tidak mudah. Perlu pembangkit pengganti yang berbasis energi terbarukan. Pendanaannya bakal tergantung dari dukungan global. Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/12), mengatakan, terkait coal phase-out (penghapusan batubara bertahap) atau ”suntik mati PLTU”, pihaknya membangun sejumlah kriteria. Yang pasti, dalam pelaksanaannya harus cost neutral.

”Artinya, kalau ada penambahan biaya, yang menanggung bukan pemerintah, bukan PLN. Sebab, penurunan emisi gas rumah kaca ini dampaknya bagi global. Kalau kita menurunkan emisi gas rumah kaca, bukan beban bagi Indonesia saja,” kata Darmawan. Darmawan merujuk data emisi gas rumah kaca di sejumlah negara yang disampaikan dalam COP29 di Baku, Azerbaijan, November 2024. Di Eropa, misalnya, emisi yang dihasilkan 8-9 ton per kapita per tahun. Lalu AS, 13-14 ton per kapita per tahun, Singapura 11 ton per kapita per tahun, Australia 16-17 ton per kapita per tahun, dan Arab Saudi 20 ton.

”Sementara Indonesia hanya 3 ton per kapita per tahun,” ujarnya. PLN sangat berhati-hati pada rencana pengakhiran operasi PLTU berbasis batubara. Sebab, begitu satu PLTU dipensiunkan, harus ada penggantinya, berbasis energi terbarukan, yang memerlukan investasi. Apabila memang ada dana hibah internasional secara gratis, dengan sistem dan keandalan yang mampu menggantikan PLTU, PLN siap menyambut. PLN saat ini terus berkomunikasi secara lugas dengan komunitas dan investor global. ”Kalau memang ada yang mau memberi hibah, pembangkit kami diganti menjadi yang lebih fresh serta menguntungkan pemerintah, PLN, dan rakyat, kenapa tidak? Namun, tentu dalam diskusinya, tidak semudah dengan apa yang diperkirakan. Kami menganalisis satu demi satu,” papar Darmawan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :