Daya Tarik Saham LQ45 di Tengah Gejolak
Kinerja Indeks LQ45 mengalami penurunan signifikan, tertekan oleh sentimen negatif setelah kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS. Dalam periode sebulan terakhir, Indeks LQ45 turun 6,57%, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan IHSG yang sebesar 5,69%. Secara year-to-date (YtD), Indeks LQ45 turun 10%. Meskipun demikian, sejumlah analis percaya bahwa masih ada peluang penguatan Indeks LQ45 di bulan Desember 2024, terutama berkat fenomena window dressing yang sering terjadi di akhir tahun.
Angga Septianus, Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT), optimis bahwa penguatan Indeks LQ45 bisa terjadi pada Desember, meskipun sulit berbalik hijau secara YtD. Ia memprediksi saham-saham bluechip seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Telkom Indonesia Persero (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII) akan mengalami dorongan positif. Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, juga menilai adanya peluang penguatan teknikal rebound jangka pendek, sementara Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist di Mirae Asset Sekuritas, mengharapkan penurunan suku bunga acuan baik dari Federal Reserve maupun Bank Indonesia dapat mendorong penguatan indeks.
Namun, tantangan terbesar tetap datang dari ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh tensi geopolitik. BRI Danareksa Sekuritas juga mengurangi target IHSG menjadi 7.448 pada akhir 2024, dengan sektor-sektor yang lebih fokus pada pasar domestik, seperti konsumer dan ritel, diharapkan bisa memberikan kontribusi positif karena katalis musiman seperti belanja politik Pilkada dan harga CPO yang tinggi.
Tokoh yang relevan dalam artikel ini adalah Angga Septianus dari Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, dan Erindra Krisnawan serta Wilastita Muthia Sofi dari BRI Danareksa Sekuritas, yang memberikan berbagai pandangan dan proyeksi terkait pergerakan Indeks LQ45 dan IHSG menjelang akhir tahun.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023