Judi Daring yang Merusak Otak lebih buruk dari candu narkoba
Judi daring atau judol telah dianggap sebagai bencana sosial. Dampaknya luas, hingga merusak seluruh tatanan hidup masyarakat. Setiap satu orang yang mengalami adiksi judi, tujuh orang lain akan terdampak. Judi daring tak hanya berdampak pada keuangan, tapi juga pada aspek kesehatan, sosial, hukum, budaya, dan ekonomi. Dampak kecanduan judi daring enam kali lebih besar daripada mpak kecanduan narkoba. Judi daring makin jadi masalah karena lingkungan masyarakat memberi kemudahan akses pada tindakan itu. Iklan-iklan judi daring muncul di berbagai platform media sosial. Akses pinjaman daring juga mudah. Selain itu, laman web untuk judi daring terbuka bebas. Jika satu laman diturunkan pemerintah, ribuan lain muncul. Mati satu, tumbuh seribu. Masalah judi daring kompleks sehingga penanganannya harus serius.
Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran UI-RSCM (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurniasanti, pada pertengahan November 2024, menuturkan, dampak kecanduan judi daring lebih parah dari kecanduan narkoba, karena itu, tata laksana yang diberikan hampir sama. Selain dukungan psikologis, terapi obat perlu diberikan pada orang yang kecanduan judi daring. Kerusakan fungsi otak pada orang yang kecanduan judi hampir sama dengan pencandu narkoba. Remaja dan dewasa muda merupakan kelompok usia paling rentan mengalami kecanduan. ”Pada remaja dan dewasa muda, bagian otak yang matang ialah pengatur emosi. Jadi, ketika emosi labil, tapi otak bagian depan belum matang, akan memicu perilaku impulsif untuk memperbaiki emosi itu, salah satunya lewat judi online,” kata Kristiana.
Menurut Kristiana, orang yang kecanduan judi daring sulit menghentikan perilakunya, karena ketika orang yang berjudi daring memenangi taruhan dengan jumlah besar, memori itu terus diingat. Memori ini mendorong seseorang kembali bermain judi. Orang tak akan berhenti main meski kalah,” tuturnya. Dampak kecanduan judi daring terbanyak berkaitan dengan keuangan dan bisa meluas pada aspek relasi, psikologis, depresi, kesehatan fisik, dan kriminal. Bahkan, ada pencandu yang berpikir untuk mengakhiri hidup. Awalnya, orang mulai berjudi daring hanya untuk mencari kesenangan. Saat berjudi, muncul adrenalin yang mendorong orang kembali berjudi. Hal ini membentuk pola yang membuat seseorang terbiasa berjudi sehingga cenderung beraktivitas itu secara otomatis tanpa berpikir panjang hingga kecanduan. Orang gelisah dan cemas jika tak berjudi daring. (Yoga)
Postingan Terkait
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023