;

Persaingan Panas Dana Asing di Pasar Modal

Ekonomi Hairul Rizal 21 Nov 2024 Kontan (H)
Persaingan Panas Dana Asing di Pasar Modal
Kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang lebih berorientasi domestik dan proteksionis diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global, termasuk di negara-negara besar seperti China dan Uni Eropa. Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo) menegaskan bahwa dampak kebijakan Trump ini bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan ketegangan geopolitik. Sebagai respons, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2024, meskipun ada peluang penurunan bunga di akhir tahun.

Perry juga mencatat bahwa meskipun inflasi AS saat ini mengarah ke target jangka menengah 2%, penurunan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) akan lebih terbatas, dengan proyeksi hanya terjadi dua kali pemangkasan sebesar 50 basis poin pada 2024. Di sisi lain, kebijakan proteksionisme Trump, seperti tarif tinggi terhadap produk China, dapat memicu pelemahan nilai tukar rupiah. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memprediksi BI masih memiliki ruang untuk memotong suku bunga sekitar 25 basis poin pada kuartal kedua 2025, meskipun ketidakpastian global dan proteksionisme AS akan membatasi ruang tersebut.

Menurut Banjaran Surya, Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), situasi saat ini berbeda dari 2017-2018, dengan dolar AS yang lebih kuat, dan kemungkinan pengetatan kebijakan suku bunga lebih lanjut oleh Fed yang akan memengaruhi kebijakan BI. Sehingga, BI harus lebih kreatif untuk menjaga likuiditas dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Tags :
#Pasar Modal
Download Aplikasi Labirin :