Sekolah Dasar menyiapkan Pelajaran Akal Imitasi dan ”Coding”
Rencana pemerintah memasukkan materi akal imitasi dan pengkodean (coding) sebagai mata pelajaran pilihan mulai dari jenjang sekolah dasar perlu dipersiapkan dengan cermat. Materi pembelajaran yang diberikan harus sesuai usia anak dan pengajarnya perlu dilatih agar kompeten dalam mengajar. Direktur Eksekutif Information and Communication Technology Institute, Heru Sutadi mengatakan, materi pembelajaran tentang akal imitasi (AI) bagi anak-anak bisa dimulai dengan pengenalan konsep dasar, internet untuk segala hal (internet of things, mahadata (big data), hingga etika penggunaan dan keamanan siber). Semua materi harus diajarkan dengan menyenangkan. ”Ajak anak-anak mengenal pemrograman dasar yang memungkinkan mereka untuk belajar logika pemrograman dan konsep dasar AI dengan cara menyenangkan,” kataHeru, Rabu (20/11) di Jakarta.
Kemudian, ajak anak-anak untuk memakai aplikasi sederhana yang menerapkan AI, seperti gim atau aplikasi pembelajaran, sesuai kemajuan mereka. Diskusikan cara kerja teknologi ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti aplikasi pengiriman makanan, sistem keamanan rumah pintar, atau prediksi cuaca berdasarkan mahadata. ”Gunakan aplikasi atau alat pembelajaran interaktif yang membantu mereka memahami cara data dikumpulkan dan dianalisis,” ujarnya. Selain itu, bahas pentingnya etika penggunaan teknologi. Contohnya, mengajarkan mereka pentingnya privasi dan keamanan data serta potensi dampak negatif dari teknologi jika tidak digunakan dengan bijak. Untuk itu, Heru meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melatih dan mengembangkan kompetensi guru atau tenaga pendidik yang mengampu mata pelajaran AI dan coding. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023