;

Sri Mulyani Tetap Menteri Keuangan

17 Oct 2024 Kompas
Sri Mulyani Tetap Menteri Keuangan
Presiden terpilih Prabowo Subianto meminta Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi Menteri Keuangan. Ini bakal membuatnya jadi Menteri Keuangan pertama dalam sejarah Indonesia yang berbakti di bawah tiga presiden berbeda. Seiring kembalinya Sri Mulyani, rencana pemecahan Kementerian Keuangan dan pembentukan Badan Penerimaan Negara ditengarai batal. Sri Mulyani dipanggil oleh Prabowo ke kediamannya di Jalan Kertanegara VI, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). Seusai bertemu Prabowo, Sri Mulyani mengatakan, dirinya kembali diminta menjadi Menkeu di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Prabowo, menurut Sri Mulyani, memberi perhatian besar pada dampak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap masyarakat.

”Itu menjadi tekanan beliau. Kami diskusi cukup lama dan panjang selama ini dengan beliau. Oleh karena itu, saat pembentukan kabinet, beliau meminta saya menjadi Menteri Keuangan kembali,” ujarnya. Kembalinya Sri Mulyani membuatnya bakal jadi Menkeu pertama yang berbakti di bawah tiga presiden berbeda. Ia sudah pernah jadi Menkeu di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode 2005-2010 dan Presiden Joko Widodo pada periode 2016-2024. Kembalinya perempuan kelahiran 1962 itu sebagai Menkeu mendapat tanggapan beragam dari publik. Di satu sisi, Sri Mulyani adalah sosok yang masih dipercaya dunia usaha dan pasar, domestik atau internasional, untuk menahkodai keuangan Indonesia. Ia punya reputasi sebagai bendahara negara yang disiplin sehingga kerap disebut pelit.

Di sisi lain, kembalinya Sri Mulyani cukup mengejutkan bagi sebagian pihak. Sebab, sebelum ini, Sri Mulyani sudah sempat beberapa kali melempar sinyal dan kode bahwa ia tidak akan lanjut sebagai Menkeu di pemerintahan Prabowo. Meski tidak secara tegas menyatakan hal itu, ada sejumlah momen dalam 10 bulan terakhir ini yang membuat publik menilai Sri Mulyani akan menyudahi sepak terjangnya sebagai bendahara negara. Dari kode-kode air mata, pilihan lagu, dan celetukan Sri Mulyani yang penuh isyarat di depan publik. Perbedaan visi Bukan hanya dari sinyal dan kode itu, dari aspek visi-misi dan kebijakan, banyak yang menduga Sri Mulyani tidak akan lanjut karena pandangannya tentang fiskal sebenarnya cukup berbeda dari Prabowo. Salah satunya soal pemecahan Kementerian Keuangan dan pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN). BPN adalah salah satu program utama Prabowo saat kampanye pilpres selain program makan bergizi gratis. Pembentukan badan baru ini bahkan tertuang dalam daftar program prioritas Prabowo-Gibran alias Delapan Program Hasil Terbaik Cepat (Asta Cita). (Yoga)
Download Aplikasi Labirin :