Rp 1,2 Miliar APBD 2024 untuk Uji Coba Biskita Bekasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menguji coba Biskita Trans Wibawa Mukti dengan skema pembelian layanan atau buy the service di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 1 Desember 2024. Kabupaten Bekasi menjadi daerah pertama diwilayahBodetabek yang menyelenggarakanprogram buy the service dengan sumber pendanaan secara mandiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Reza Nuralam, Jumat (11/10/2024), mengatakan, selama masa uji coba, pihaknya akan memberlakukan tarif gratis. Pihaknya menyiapkan anggaran Rp 1,2 miliar dari APBD 2024 untuk uji coba selama satu bulan atau sepanjang Desember 2024. Dalam tahap uji coba, Biskita akan melayani satu koridor dengan rute dari Perumahan Cinity Cikarang Utara menuju LRT Jabodebek di Bekasi Timur, lalu melewati Tambun, Cibitung, Terminal, Stasiun Cikarang, dan sebaliknya. Rute ini merupakan salah satu dari tujuh koridor yang direncanakan dan melibatkan 15 unit Biskita.
”Kami sedang mengkaji enam koridor baru. Target kami tahun depan akan ada tujuh koridor yang beroperasi. Saat ini kami masih dalam penentuan trayek. Tahun ini kami uji coba dulu satu koridor,” katanya. Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengalokasikan pembiayaan Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar dari APBD 2025 untuk menanggung seluruh beban tarif penumpang saat bus beroperasi normal hingga batas waktu yang ditentukan. Lalu, pihaknya akan melanjutkan dengan skema subsidi. ”Mungkin dalam waktu satu tahun akan digratiskan. Setelah itu, anggaran ditahun berikutnya tidak lagi Rp 15 miliar-Rp 20 miliar, tetapitetap kami subsidi agar tarifnya bisa lebih murah, berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000,” katanya. Mandiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Suharto mengatakan, Kabupaten Bekasi jadi daerah pertama di Bodetabek yang menyelenggarakan program buy the service dengan sumber pendanaan mandiri dari APBD
Pada 2024, APBD Kabupaten Bekasi mencapai Rp 7,370 triliun, naik dari 2023 yang tercatat Rp 7,118 triliun. Sebelumnya, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi telah lebih dulu mengoperasikan layanan Biskita dengan skema pembelian layanan. Layanan ini mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat. Pemerintah Kota Bekasi, misalnya, mendapatkan bantuan Rp 38 miliar untuk operasionalisasi 20 Biskita Transpatriot. ”Kabupaten Bekasi merupakan daerah ke-15 di Indonesia yang telah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Perhubungan sekaligus kota pertama dari 15 kota yang memberanikan diri menganggarkan APBD untuk layanan Biskita tahun 2024,” ujar Suharto. Menurut Suharto, hal ini selaras dengan konsep penyediaan layanan angkutan umum perkotaan yang bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga tanggung jawab pemerintah daerah yang mesti melayani pergerakan warga lokal. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023