Sejarah Panjang BNI dan Keluarga Prabowo
Para pendiri bangsa masih terus berupaya keras untuk mendirikan bank sentral usai kemerdekaan RI diproklamasikan pada tahun 1945. Ini sebagai salah satu persyaratan untuk bardaulat dalam ranah ekonomi moneter. Dalam kondisi tersebut, terdapat dua pendapat ekonom yang berbeda, yakni dari Margono Djojohadokoesoemo dan Soerachman. Pendapat pertama dari Margono yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Agung. Dia menilai Indonesia sebaiknya segera mendirikan suatu bank negara yang berfungsi sebagai bank sirkulasi sekaligus bank umum. Bahkan, tokoh ini telah menerima surat kuasa dari pemerintah untuk mendirikan bank negara.
Pendapat kedua dari Soerachman yang pada saat itu menjabat sebagai menteri kemakmuran menilai bahwa tisak perlu membuat bank negara baru dari nol, sebab ada De Javasche Bank (DJB) yang bisa diambil alih ddan dijadikan bank sirkulasi milik RI. Ini merupakan cikal bakal lahirnya BNI. Menteri Pertahanan Sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto berbagi kenangan pribadi dengan tentang hubungan keluarganya dengan PT Bank BNI dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC. Demikian benang merah sentral dari sejumlah narasumber yang dihubungi Investor Daily. Mereka adalah Ketua Hubungan Antar-Lembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sarman Simanjorang, ekonom senior dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin, Peneliti Institutet for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Muhammad Anwar, dan Deputi Badan Pemenangan Pemilu, Dewn Pimpinan Pusat Partai Demokart Kamhar Lakumani. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023