Audit Investigasi BPK Bidik Sejumlah Lembaga
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah merampungkan audit investigasi mengenai kinerja dan penyimpangan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono mengatakan cakupan pemeriksaan kali ini lebih luas untuk mengungkap konstruksi kasus secara utuh, termasuk pihak-pihak yang terlibat.
BPK menelisik peran sejumlah manajemen BUMN untuk menutupi penyimpangan investasi Jiwasraya.
Menurut Agus, audit investigasi diperlukan untuk bahan rekomendasi perbaikan sistem dalam pengawasan industri asuransi maupun pasar modal. Peran dan tanggung jawab otoritas pengawas, seperti OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Kementerian BUMN, menjadi perhatian BPK.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan audit investigasi selesai pada akhir tahun ini. Dia berharap audit tersebut dapat mendorong kepercayaan investor untuk menempatkan dananya di Indonesia.
Audit investigasi berlanjut setelah BPK terlebih dulu menyelesaikan perhitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Total kerugian negara yang ditemukan mencapai Rp 16,81 triliun, yaitu berasal dari kerugian investasi akibat pembelian produk saham dan reksa dana.
Kejaksaan Agung mengungkap tersangka baru dalam perkembangan perkara Jiwasraya. Mereka adalah 13 perusahaan manajer investasi dan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II periode 2017-2022 OJK, Fakhri Hilmi.
Adapun Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pihaknya sejak awal turut dalam proses melalui penyediaan data, informasi, dan asistensi. Wimboh mengatakan OJK sejak akhir 2017 melakukan reformasi sektor keuangan yang dituangkan dalam program strategis.
Postingan Terkait
Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023