Grup Barito Tetap Andalkan Ekspansi
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu membukukan kinerja beragam di paruh pertama tahun ini. Contoh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang berperan sebagai induk usaha. BRPT meraih laba bersih US$ 34,49 juta, setara Rp 560,01 miliar di semester I-2024. Angka ini naik 13,60% secara tahunan dari US$ 30,36 juta. Lonjakan laba terjadi di tengah merosotnya pendapatan BRPT 16,05% secara tahunan. Pendapatan BRPT ditopang segmen petrokimia senilai US$ 866 juta dan energi US$ 290 juta, yang masing-masing turun 19,4% dan 2,4% secara tahunan. Sedangkan pendapatan BRPT dari segmen lainnya stabil di level US$ 3 juta. Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu menjelaskan, penurunan pendapatan konsolidasi terutama dipicu volatilitas sektor petrokimia global. Bersamaan dengan itu, ada turnaround maintenance (TAM) terjadwal, yang berimbas ke penurunan volume penjualan keseluruhan. Misalnya, penuntasan pembangkit listrik Jawa 9 dan 10 berkapasitas 2x1.000 megawatt, penyelesaian akuisisi aset Shell di Singapura, hingga penambahan kapasitas pembangkit listrik panas bumi di PLTP Salak.
Tantangan di bisnis petrokimia juga berdampak terhadap kinerja anak usaha BRPT, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Pendapatan TPIA di enam bulan pertama tahun ini turun 19,34% secara tahunan menjadi US$ 866,49 juta dari US$ 1,07 miliar di semester I-2023. Alhasil, rugi TPIA naik di semester I-2024. Suryandi, Direktur Chandra Asri Pacific menyatakan, kinerja TPIA dipengaruhi pasar global yang penuh tantangan dan pemeliharaan terjadwal pada kuartal II-2024. Ini jadi pemicu penjualan TPIA merosot di semester I-2024 menjadi 91 kiloton, turun dari 105 kiloton di semester I-2023. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto mencermati, di tengah rilis kinerja, saham emiten Grup Barito melaju. Tapi, ada faktor eksternal yang membuat saham Grup Barito melesat. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan, secara teknikal ada potensi koreksi jangka pendek saham BRPT dan BREN. Kemarin, saham BRPT naik 2,75% jadi Rp 1.120, TPIA naik 1,81% ke Rp 9.825 dan BREN naik 0,29% ke Rp 8.675. CUAN stagnan di Rp 8.475.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023