;

Ekspansi Kredit Topang Pertumbuhan Laba Bank

Ekonomi Hairul Rizal 01 Aug 2024 Kontan (H)
Ekspansi Kredit Topang Pertumbuhan Laba Bank

Bank besar yang masuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 masih mencetak pertumbuhan laba bersih di paruh pertama tahun ini. Namun, efek suku bunga tinggi membayangi kinerja bank. Bank besar tak bisa mengelak dari pembengkakan biaya dana, meski rasio dana murah (CASA) lebih tinggi dibanding bank di kelompok KBMI lain. Pertumbuhan laba bank KBMI 4 terdorong ekspansi kredit yang cukup kencang hingga pendapatan bunga masih bisa mekar, di saat biaya dana naik. Meski berhasil tumbuh positif, namun capaian laba empat bank besar di semester pertama tahun ini masih lebih rendah ketimbang target rata-rata konsensus analis. Artinya, tekanan pada kinerja perbankan masih cukup kuat. Kinerja paling apik di paruh pertama ditorehkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bank ini mencatat laba Rp 26,9 triliun, tumbuh 11,1% secara tahunan. Tapi, capaian ini baru setara 49,7% dari konsensus proyeksi laba analis. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meraup laba bersih Rp 26,55 triliun, tumbuh 5,23%. Realisasi ini setara 47,61% dari proyeksi konsensus analis. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih bertahan sebagai bank dengan realisasi laba bersih terbesar, mencapai Rp 29,7 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 48,25% dari target laba konsensus proyeksi analis.

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) belum mengumumkan kinerja keuangan semester I-2024. Namun, di lima bulan pertama tahun ini, laba bank ini tumbuh 1,51% jadi Rp 8,5 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, pertumbuhan kencang kredit ini tak lepas dari stabilitas dan perkembangan ekonomi Indonesia. Dalam mendorong kredit, bank Mandiri fokus ke perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi di tiap wilayah. Adapun BBCA mencatat penyaluran kredit tumbuh 15,49%. Pendapatan bunga bersih naik 7,84%. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan pendapatan bunga bersih juga didukung likuiditas yang longgar, sehingga kenaikan biaya dana lebih terkendali. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengungkapkan, sesuai dengan ekspektasi, BCA dan Bank Mandiri menjadi bank pilihan, terutama setelah situasi dan kondisi yang ada saat ini. Selain itu, penyaluran kredit juga masih didominasi oleh dua bank tersebut. “Sehingga memang dari sisi peluang menjaga kinerja, BCA dan Bank Mandiri masih jauh lebih baik daripada kedua baik lainnya,” analisa Nico. Perkiraan Nico, kinerja bank KBMI 4 di semester dua akan jauh lebih baik. Pelaksanaan pilkada berpotensi untuk meningkatkan aktivitas perbankan.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :