;

Setelah Nikel dan Timah Masuk Simbara

Ekonomi Yuniati Turjandini 27 Jul 2024 Tempo (H)
Setelah Nikel dan Timah Masuk Simbara

Pengintegrasian data komoditas tambang lewat Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara) diperluas. Pada Senin, 22 Juli 2024, nikel dan timah masuk ke dalam aplikasi tersebut, menyusul batu bara yang sudah masuk sejak 2022. Simbara ditujukan untuk menghasilkan satu data mineral dan batu bara. Aplikasi ini juga membuat pemerintah dapat melakukan pengawasan terpadu demi kelancaran bisnis dan mendorong penerimaan negara. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pelebaran tata kelola bisnis dari hulu ke hilir juga akan diperluas ke lima komoditas lainnya. Lima komoditas tersebut adalah bauksit, emas, perak, tembaga, dan besi.

Dengan pengembangan Simbara, Arifin berujar, Kementerian ESDM turut menyediakan data badan usaha yang terdaftar. Dengan demikian, badan usaha yang bisa masuk ke Simbara hanya yang sudah memiliki billing royalti dan izin tambang yang terdaftar di Minerba One Map Indonesia (MODI).Dia menegaskan, badan usaha yang masuk ke dalam Simbara juga harus memiliki rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB yang sudah disetujui serta kuota inventori penjualan pada Mineral Online Monitoring System (MOMS) dan Modul Verifikasi Penjualan (MVP).

“Dengan integrasi tersebut, dapat dipastikan hanya perusahaan tambang yang terdaftar serta memiliki RKAB dan profesional yang mendapatkan nomor transaksi penerimaan negara atau NTPN,” kata Arifin di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Arifin mengimbuhkan, Simbara bukan hanya sistem informasi, tapi juga integrasi berbagai proses pertambangan. Pemerintah berharap Simbara dapat memberi dampak positif, baik terhadap optimalisasi penerimaan negara maupun peningkatan efektivitas pengawasan bersama antar-kementerian dan lembaga. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :