Bankir Optimistis KPR Bisa Tumbuh Pesat di 2024
Perbankan optimistis penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) akan tumbuh kencang tahun ini. Pertumbuhan tersebut didorong insentif pajak pembelian hunian yang masih berlanjut sampai akhir tahun, daya beli masyarakat yang membaik, dan masih tingginya jumlah masyarakat Tanah Air yang belum punya rumah. Optimisme tersebut juga didukung oleh realisasi pertumbuhan KPR pada pertengahan tahun ini yang terus menunjukkan tren pertumbuhan. Data Bank Indonesia (BI) mencatat KPR, ini termasuk untuk pembelian rumah, apartemen, dan rumah toko/kantor, tumbuh sebesar 14,3% per Mei 2024. Lajunya meningkat dibanding posisi Desember 2023 yang baru tumbuh sebesar 12%. Jika dirinci dari kelompok bank, pertumbuhan outstanding KPR paling kencang ditorehkan oleh bank BUMN, yakni tumbuh 17,27% secara tahunan menjadi Rp 414,8 triliun. Bank swasta mencatat kenaikan 9,2% jadi Rp 272,8 triliun dan BPD menorehkan pertumbuhan 9,2% jadi Rp 30,76 triliun. Sedangkan KPR bank asing turun 11,6% menjadi Rp 1,15 triliun. Optimisme tersebut salah satunya datang dari BCA. Bank penguasa pangsa pasar KPR terbesar kedua di Indonesia ini menargetkan KPR tumbuh sekitar 10%-11% tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2024, outstanding KPR BCA sudah mencapai Rp 127,5 triliun atau sudah tumbuh 5,37% dari akhir 2023.
“Hingga akhir tahun, BCA akan mengejar tambah oustanding sekitar Rp 6 triliun. Kami optimis itu bisa dicapai, sehingga pada akhir tahun KPR tumbuh di kisaran 10%-11%,” ungkap Executive Vice President Consumer Loan BCA Welly Yandoko kepada KONTAN, Jumat (19/7).
Untuk bisa tumbuh dua digit menurut Welly sudah sangat bagus. Pasalnya, running off atau pelunasan KPR BCA setiap bulannya juga tinggi, sekitar Rp 2,4 triliun - Rp 2,7 triliun. Artinya, BCA harus mendapatkan booking baru KPR di atas Rp 30 triliun untuk menumbuhkan portofolioo KPRnya. “Memang benar pangsa pasar KPR BCA terbesar kedua. Tapi, tantangan semakin gemuk maka mengejar pertumbuhan akan semakin sulit,” ujarnya. BTN juga melihat permintaan KPR masih sangat besar. Per Mei 2024, kredit bank ini tumbuh sebesar 14,38% secara tahunan. Sebagai gambaran, KPR menyumbang sekitar 77% terhadap total kreditnya.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023