;

MITIGASI, Sejumlah Proyek Strategis di Daerah Rawan Bencana

23 Jul 2024 Kompas
MITIGASI, Sejumlah Proyek Strategis di Daerah Rawan Bencana

Pada 2021, Kemenko Bidang Perekonomian melakukan penilaian cepat terhadap 86 obyek proyek strategis nasional (PSN) di Indonesia. Hasilnya, 90 % PSN tersebut berada di dekat atau di wilayah rawan bencana alam. Hal itu disampaikan Asisten Deputi Ketahanan Kebencanaan dan Pemanfaatan Teknologi (KKPT) Kemenko Bidang Perekonomian Muksin dalam seminar bertajuk ”Infrastruktur untuk Masa Depan Berkelanjutan”, di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/7). Mencuplik informasi BNPB, Muksin mengatakan, hampir 75 % infrastruktur industri dasar dan konektivitas serta prasarana pendukungnya di Indonesia dibangun pada zona rentan atau bahaya bencana.

Sebagian infrastruktur di Indonesia kemungkinan juga berdekatan atau berada di jalur sesar. Muksin menyebut, potensi tingginya kerugian ekonomi salah satunya dipengaruhi tingkat kerusakan infrastruktur. Bencana ini juga berpotensi mengganggu perekonomian secara lebih luas dalam skala regional ataupun nasional. Jadi, bencana merupakan ancaman terbesar yang secara langsung dapat menggoyahkan dan menurunkan ketahanan wilayah. Hasil analisa Asisten Deputi KKPT Kemenko Perekonomian menunjukkan, bencana di Indonesia merugikan ekonomi puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Kerugian ekonomi saat banjir dan longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada 2007, diperkirakan mencapai Rp 252,9 triliun.

”Mempertimbangkan tingginya kerugian ekonomi tersebut, kami mendukung perlunya mengutamakan pertimbangan risiko bencana terhadap kegiatan pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur vital atau kritis, di antaranya kelistrikan dan telekomunikasi, untuk pengembangan wilayah yang berkelanjutan dan resilien,” katanya. Dalam mendukung tujuan ini, ujarnya, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk memperkuat investasi berbasis risiko. Salah satunya, PP No 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Tata Ruang yang menekankan pentingnya tata ruang berkelanjutan berbasis risiko bencana. Selain itu, untuk mewujudkan infrastruktur yang berketahanan dan berkelanjutan diperlukan juga sejumlah elemen pendukung, seperti adanya standar infrastruktur baik terhadap bencana maupun perubahan iklim. Kemudian, perlu juga mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam rencana pembangunan serta solusi berbasis alam dan teknologi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :