;

China Selamat dari Kelumpuhan Massal

Teknologi Yoga 22 Jul 2024 Kompas (H)
China Selamat dari
Kelumpuhan Massal

AS, Eropa, Australia, hingga Singapura melaporkan kelumpuhan saat Microsoft dan CrowdStrike terganggu. Ada negara yang selamat dari bencana teknologi informasi global pada Jumat (19/7) yaitu China. Tekanan AS dan sekutunya justru menyelamatkan China. Selama bertahun-tahun, AS dan sekutunya melarang ekspor teknologi ke China. Kondisi itu memaksa Beijing menemukan alternatif. Hasilnya, China bisa mengembangkan sistem komputasi domestik. Alih-alih Google, China menggunakan Baidu. Untuk ponsel, China tidak memakai iOS atau Android. Beijing punya HarmonyOS yang dikembangkan Huawei dan dipakai meluas di berbagai gawai pabrikan teknologi China. Untuk komputer, China menggunakan OpenKylin. Seperti halnya HarmonyOS, OpenKylin adalah versi atau distro domestik China atas Linux. OpenKylin 1.0 diluncurkan pada Juli 2023.

Seperti semua distro Linux, OpenKylin bisa dimodifikasi penggunanya, berbeda dari Windows buatan Microsoft atau iOS buatan Apple. Kombinasi OpenKylin dan HarmonyOS membuat berbagai komputer China tetap normal kala komputer di banyak negara lumpuh. Direktur keamanan siber Microsoft, David Weston, Sabtu (20/7) mengatakan, 8,5 juta perangkat dengan sistem operasi Windows terdampak oleh gangguan. Akibatnya, pengguna tak dapat mengakses sistem komputer mereka itu. Pada Jumat, layar komputer yang menggunakan Windows hanya menampilkan layar biru (blue screen of death/BSOD). Gangguan ini terjadi karena adanya kesalahan dalam kode pembaruan terbaru perangkat lunak keamanan siber, Falcon buatan CrowdStrike.

”Jumlah tersebut kurang dari 1 % dari seluruh mesin berbasis Windows,” kata Weston dalam unggahan di blognya. Kendati demikian, dampak ikutannya fatal. Menurut data dari layanan pelacakan penerbangan, FlightAware, setidaknya 6.600 penerbangan dibatalkan di sisi timur AS pada Jum-at-Sabtu. Menurut penyedia data perjalananCirium, maskapai penerbangan AS membatalkan 3,5 % dari jadwa penerbangan mereka pada Sabtu. Di China, gangguan nyaris tak terasa. Gangguan berdampak sangat kecil dan terbatas pada perusahaan atau organisasi asing. Gangguan yang dilaporkan berupa kesulitan masuk ke layanan daring jaringan hotel internasional yang ada diChina, seperti Sheraton, Marriott, dan Hyatt. Keluhan ini muncul di media sosial China.

”Ini bukti penanganan strategis China terhadap operasi teknologi asing. Microsoft beroperasi di China melalui mitra lokalnya, 21Vianet, yang mengelola layanan secara independen dari infrastruktur globalnya. Pengaturan ini melindungi layanan penting China, seperti perbankan dan penerbangan, dari gangguan global,” kata Josh Kennedy White, pakar keamanan siber yang berbasis di Singapura, seperti dikutip BBC. Pada Sabtu, setelah gangguan komputer global, editorial media Pemerintah China, The Global Times, menyindir rapuhnya keamanan teknologi dunia yang dimonopoli teknologi Barat. Menurut editorial itu, mengandalkan keamanan jaringan komputer global hanya pada segelintir raksasa teknologi membuka kemungkinan hambatan dan risiko baru. Tak hanya menghambat pebagian tata kelola jaringan komputer dunia yang inklusif, tapi juga risiko keamanan baru. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :