Orang Dekat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi
Menjelang masa pemerintahan berakhir, Presiden Joko Widodo disebut-sebut akan menambah satu anggota lagi di Kabinet Indonesia Maju. Anggota kabinet yang dimaksud adalah Wakil Menteri Keuangan II. Adalah Thomas Djiwandono, yang juga keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang dikabarkan akan berkantor di Lapangan Banteng, dalam waktu dekat. Dalam karier politik, saat ini Thomas Djiwandono menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra. Berdasarkan informasi yang dihimpun KONTAN dari berbagai sumber, Thomas Djiwandono akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan II mendampingi Sri Mulyani dalam waktu dekat. Kabarnya, pelantikannya bakal dilakukan minggu depan guna memuluskan transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo. Hingga tadi malam, KONTAN belum mendapat penjelasan resmi dari Istana, Kementerian Keuangan hingga Tim Transisisi perihal kabar tersebut meski sudah dihubungi. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, pengangkatan kerabat dekat Prabowo sebagai Wamenkeu II akan menimbulkan sentimen negatif bagi perekonomian.
"Kurang wajar bila tim transisi pemerintahan baru sampai harus di-plot jadi Wamenkeu era Jokowi," ujar dia, kemarin. Pengamat Pasal Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy berpendapat, masuknya keponakan Prabowo untuk nantinya mengisi jabatan di kabinet pemerintahan berikutnya akan menimbulkan persepsi negatif dari pasar. Thomas Djiwandono adalah Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014. "Saya pikir investor dan pasar melihatnya sejauh ini Kemenkeu diisi orang-orang profesional terlepas dari parpol. Sekarang sudah mulai masuk orang parpol," kata Budi. Ekonom Celios Nailul Huda juga menilai kehadiran Wamenkeu II di Kabinet Prabowo tidak memiliki urgensi. "Kalau Wamen BUMN jelas dibagi per klaster BUMN. Nah ini yang mau dibagi seperti apa? Jadi memang unsur politis memasukkan anggaran ke APBN 2025 menjadi faktor utamanya," terang Huda. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, terkait dengan jabatan menkeu maupun wamenkeu, Indonesia membutuhkan sosok yang memahami betul kesinambungan utang dalam jangka panjang yang akan mempengaruhi keberlanjutan ekonomi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023