;

Saling-silang Bea Masuk Antidumping Keramik Cina

Ekonomi Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo (H)
Saling-silang Bea Masuk Antidumping Keramik Cina
ENAM perusahaan produsen keramik gulung tikar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Edy Suyanto mencatat 3.000 orang terkena dampak pemutusan hubungan kerja akibat penutupan pabrik tersebut. Masalahnya satu: tak kuat menahan gempuran produk impor.  Edy mengatakan pasar terganggu oleh produk keramik impor yang harganya jauh di bawah produk lokal. Para pelaku usaha mengindikasi adanya tindakan dumping dari Cina atau tindakan menjual barang impor lebih murah dibanding harga di negara asalnya. Akibatnya, saat barang tersebut masuk ke Indonesia, produk domestik kalah harga.

Indikasi dumping, menurut Edy, terlihat setidaknya selama satu setengah tahun terakhir. Dia menyatakan rata-rata utilisasi pabrik keramik domestik anjlok dari 75 persen pada 2022 menjadi 69 persen pada 2023. "Di semester pertama tahun ini menjadi 63 persen," katanya, kemarin.  Itu sebabnya asosiasi meminta pemerintah lewat Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menyelidiki dugaan dumping produk keramik oleh Cina selama periode satu setengah tahun terakhir ini. Hasilnya bisa menjadi landasan bagi Indonesia untuk menerapkan bea masuk antidumping atau BMAD untuk menjaga persaingan yang sehat di Indonesia. Apalagi tingkat komponen dalam negeri produk keramik lokal rata-rata sudah di atas 80 persen. 

KADI sudah menyelesaikan penyelidikan dan melaporkan hasilnya kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan per 2 Juli 2024. Kesimpulannya adalah terjadi tindakan dumping dari perusahaan asal Cina. Akibat tindakan tersebut, pelaku usaha domestik mengalami penurunan laba, utilisasi kapasitas, hingga return of investment atau ROI. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :