Optimisme Konsumen Tunggu Hasil New Normal
Optimisme konsumen masih menurun pada Mei 2020. Berdasarkan survei Danareksa Research Institute (DRI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan lalu sebesar 75,3 alias turun 6,1% dari bulan sebelumnya yang sebesar 80,2 dan berada di level terendah sejak Juli 2008 sebagai bukti imbas Covid-19 cukup besar bagi konsumen. Apalagi dilihat dari penurunan IKK yang tajam selama dua bulan terakhir/
Penurunan optimisme konsumen dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang menurun kian tajam, pandangan negatif atas kondisi perekonomian terkini terutama kondisi lapangan pekerjaan. Kabar baiknya, ekspektasi konsumen menguat dan terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dimana konsumen lebih optimistis dengan perkembangan ekonomi, bisnis, dan ketersediaan lapangan pekerjaan untuk enam bulan ke depan.
Peningkatan optimisme ke depan ini disebabkan oleh mulai berakhirnya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah dan adanya stimulus fiskal yang telah digelontorkan pemerintah dalam mengurangi dampak Covid-19. Lebih lanjut, konsumen memprediksi adanya tekanan inflasi yang lebih rendah untuk 6 bulan selanjutnya. Untuk pergerakan rupiah, konsumen di beberapa kota besar juga lebih optimistis. Penguatan optimisme ini disebabkan penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp 15.136 pada April 2020 yang disebabkan oleh penerbitan global bond. Seiring dengan hal itu, konsumen yakin suku bunga acuan akan kembali turun dalam waktu dekat.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy memandang, penurunan optimisme konsumen di bulan tersebut salah satunya disebabkan faktor psikologis masyarakat. kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 masih mempengaruhi perekonomian Indonesia dan khawatir distribusi bansos belum sepenuhnya tepat sasaran. Optimisme konsumen akan dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah dan pelaku usaha menjalankan aktivitas di tengah kenormalan baru alias new normal ini. Ekonom Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan Eric Sugandi, juga sependapat bahwa optimisme konsumen bisa melonjak ketika aktivitas ekonomi berangsur membaik dan jumlah pasien korona berkurang. Kalau ini terjadi, kepercayaan konsumen ke pemerintah makin bertambah.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023