;

Fokus Impor 3,6 Juta Ton, Beras Domestik Didorong

Ekonomi Yoga 26 Jun 2024 Kompas
Fokus Impor 3,6 Juta Ton,
Beras Domestik Didorong

Kendati kebutuhan impor beras membengkak, pemerintah akan fokus merealisasikan impor 3,6 juta ton beras terlebih dahulu tahun ini. Serapan gabah atau beras di dalam negeri juga bakal didorong untuk memperkuat cadangan pangan nasional. Merujuk data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2024 yang dimutakhirkan pada Mei 2024, rencana impor beras pemerintah mencapai 5,17 juta ton. Pada Januari-April 2024, realisasinya 1,77 juta ton. Kemudian, pada Mei-Desember 2024, rencana impornya mencapai 3,4 juta ton. Rencana impor sejumlah 5,17 juta ton beras ini bertambah dari sebelumnya 3,6 juta ton. Tahun lalu, pemerintah menetapkan kuota impor beras untuk tahun 2024 sebanyak 2 juta ton. Pada Februari 2024, kuota impor itu ditambah 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton.

Kemudian pada Mei 2024, rencana impor beras itu bertambah menjadi 5,17 juta ton. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Selasa (25/6) mengakui ada koreksi penambahan rencana impor beras dalam proyeksi neraca pangan tersebut. Koreksi itu mempertimbangkan stok beras impor yang seharusnya masuk pada tahun 2023, tetapi justru masuk pada tahun 2024. Koreksi tersebut juga memperhitungkan realisasi dan perencanaan produksi-konsumsi beras nasional sampai akhir tahun ini. Kendati ada potensi tambahan impor, pemerintah akan fokus merealisasikan kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton terlebih dahulu. ”Dari jumlah itu, sisa kuota impor beras Bulog hingga akhir tahun ini mencapai 1,2 juta ton,” ujarnya.

Bapanas juga akan meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir tahun ini melalui serapan gabah atau beras di dalam negeri. Per 23 Juni 2024, serapannya 700.000 ton setara beras. Berdasarkan data Bulog, per  23 Juni 2024, stok beras Bulog 1,66 juta ton, terdiri dari CBP sebanyak 1,6 juta ton dan beras komersial 63.111 ton. Tahun ini, serapan gabah atau beras ditargetkan 900.000 ton setara beras dan telah terealisasi 716.701 ton. Bapanas juga telah berkoordinasi dengan Kementan untuk meningkatkan produksi padi sepanjang semester II-2024. Kendati kemarau, sejumlah upaya meningkatkan produksi padi itu akan dilakukan, di antaranya, melalui pemompaan atau pompanisasi. (Yoga)


Tags :
#Impor #Beras
Download Aplikasi Labirin :