BAHAN PANGAN : Defisit Beras Bakal Terjadi Juli
Kantor Staf Presiden memprediksi Indonesia mengalami defisit beras pada Juli 2024, menyusul terus menurunnya produksi beras secara nasional. Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menyatakan, ada masalah serius di sektor perberasan nasional setelah produksi beras dalam negeri mengalami kondisi kritis. Dia mencatat, produksi beras pada Januari—April 2024 sebanyak 10,27 juta ton atau mengalami penurunan hampir 2 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12,98 juta ton. Dia membeberkan, produksi beras yang anjlok tahun ini tak lepas dari penyusutan luas panen padi. Pada periode Januari—April 2023, luas panen padi mencapai 4,2 juta ton, sedangkan luas panen pada periode yang sama tahun ini hanya 3,5 juta ton.
Pada sisi lain, Edy menilai kondisi perberasan nasional makin diperburuk dengan penurunan jumlah petani. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2023 terdapat 28,4 juta keluarga tani secara nasional.
Selain itu, dia memproyeksikan harga beras juga bakal kembali bergejolak dalam waktu dekat. Edy menyebut, hasil penelusuran di Pasar Induk Beras Cipinang, pedagang menduga akan ada kenaikan harga beras pada bulan mendatang.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023