;

Berobat di Negara Sendiri

Berobat di
Negara Sendiri

Banyak warga Indonesia pergi ke luar negeri untuk berobat. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, satu dari 1.000 rumah tangga di Indonesia pernah berobat ke luar negeri. Malaysia menjadi negara tujuan yang paling banyak didatangi untuk berobat. Selain itu, ada Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Korsel. Dari data terlapor, pelayanan kesehatan yang paling banyak dimanfaatkan adalah pemeriksaan kesehatan rutin (MCU). Selain itu, mereka juga mengakses layanan terkait kanker, bedah atau operasi, kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu anak, serta kesehatan tradisional. Hampir seluruh layanan kesehatan tersebut paling banyak diakses di Malaysia. Bahkan, lebih dari 90 % layanan kanker, kesehatan reproduksi, dan kesehatan tradisional dilakukan di negara tersebut.

Banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri sebenarnya sudah sering disinggung Presiden Jokowi. Dalam Raker Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2024 pada 24 April 2024, Presiden mengungkapkan, lebih dari 1 juta warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, yang membuat Indonesia setidaknya kehilangan Rp 180 triliun. ”Kenapa enggak mau berobat di dalam negeri ini? Persoalannya harus diselesaikan,” kata Jokowi. Pada SKI 2023, alasan memilih layanan kesehatan luar negeri, yaitu fasilitas kesehatan di luar negeri lebih lengkap. Alasan lain yakni layanan yang diberikan sesuai harapan serta lebih cepat, tepat, dan akurat. Ada juga alasan ruangan yang nyaman, petugas yang komunikatif, akses yang mudah dijangkau, dan biaya yang murah.

Alasan tersebut serupa dengan hasil survei persepsi pasien terhadap RS di Indonesia yang dilaporkan oleh Asosiasi RS Swasta Indonesia (ARSSI) pada awal Juni 2023. Dari survei itu disebutkan, 70,53 % menganggap komunikasi SDM, termasuk dokter, di RS Indonesia kurang baik. Ada juga pandangan waktu konsultasi dokter di RS Indonesia lebih pendek dibanding RS di luar negeri. Sisi kecanggihan peralatan dan keakuratan diagnosis juga menjadi sorotan. Peningkatan mutu layanan menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat memilih layanan di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Menurut Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes Syarifah Liza Munira, Rabu (12/6), semua pengampu sektor kesehatan harus bisa mengetahui secara persis kebutuhan masyarakat dan bisa memberikan layanan yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Kondisi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum merata juga perlu menjadi catatan perbaikan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :