;

BERGULAT UNGKIT KINERJA DAGANG

Ekonomi Hairul Rizal 16 May 2024 Bisnis Indonesia (H)
BERGULAT UNGKIT KINERJA DAGANG

Laju ekonomi Indonesia berpotensi masuk jalur cepat, setelah pada awal tahun sempat tersendat di jalur lambat. Deru mesin ekonomi nasional juga mulai menguat sejalan dengan perbaikan kinerja perdagangan pada awal kuartal II/2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada April 2024 mencapai US$19,62 miliar atau naik 1,72% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu US$19,28 miliar. Adapun, total impor pada bulan yang sama 2024 mencapai US$16,06 miliar atau terkerek 4,62% dibandingkan dengan April 2023 yang hanya US$15,35 miliar. Menariknya, nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal pada April tahun ini cenderung meningkat dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Hal ini memberikan sinyal positif mulai bergairahnya industri manufaktur di dalam negeri yang menyerap bahan baku/penolong dan barang modal. 

Sinyal positif itu diperkuat dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tetap masuk zona ekspansif di level 52,9 pada April, lebih baik dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu pada level 52,7. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 berada di level 52,50, sedangkan pada April 2023 bertengger pada level 51,38. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai impor Indonesia pada April 2024 tercatat positif sebesar 4,62% (year-on-year/YoY). “Secara tahunan, impor seluruh jenis penggunaan meningkat, dengan kenaikan terbesar pada kelompok barang modal yang meningkat 13,7%,” katanya, Rabu (15/5).

Kabar baiknya, Pudji menyatakan neraca perdagangan barang Indonesia tetap mencetak surplus pada April 2024 sebesar US$3,56 miliar atau 48 bulan secara berturut-turut. Bila dihitung sejak Mei 2020, nilai surplus neraca perdagangan selama 4 tahun berturut-turut mencapai US$157,21 miliar. "Jika dipilah menurut komponen migas dan nonmigas selama 48 bulan terakhir, komponen migas defisit US$66,93 miliar dan nonmigas surplus US$224,15 miliar," ujarnya. Surplus kinerja neraca perdagangan yang panjang itu juga pernah terjadi pada Juni 1995—April 2008 atau selama 152 bulan berturut-turut. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan industri pengolahan domestik mulai bergeliat, sejalan dengan performa apik industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki serta industri tekstil dan pakaian jadi selama triwulan I/2024. 

Pertumbuhan positif industri itu disebabkan permintaan luar negeri dan domestik yang masih kuat. Pada kuartal I/2024, permintaan luar negeri untuk produk tekstil mengalami peningkatan volume yaitu 7,34% YoY, produk pakaian jadi naik 3,08 YoY, dan kenaikan 12,56 YoY untuk alas kaki. Ketua Komite Tetap Kebijakan Pablik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menyebutkan kinerja perdagangan pada kuartal II/2024 masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi di negara mitra seperti Jepang dan Uni Eropa. Oleh karena itu, dia memperkirakan kinerja ekspor pada kuartal II/2024 tidak banyak mengalami perubahan signifikan. Sebaliknya, konflik geopolitik yang berkepanjangan dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed memengaruhi daya beli di negara mitra dagang Indonesia. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede menilai penurunan surplus neraca dagang pada April 2024 dipicu normalisasi harga komoditas dan meningkatnya ketidakpastian global.

Tags :
#Perdagangan
Download Aplikasi Labirin :