Pro-Kontra Warnai Rencana Kerja Sama
Proyek pengembangan padi di Kalteng bakal berlanjut setelah
pemerintah memulai kerja sama baru dengan China. Namun, sejumlah pihak khawatir
hal itu hanya akan menambah deretan kisah sumbang dari angan-angan lumbung
pangan di Kalteng. Rencana itu disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan
Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di sela Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue
and Cooperation Mechanism RI–China di Labuan Bajo, NTT, Jumat (19/4) seperti
dikutip Kompas.com. Luhut menyampaikan telah meminta China memberikan teknologi
menanam padi ke Indonesia. China disebut sukses swasembada pangan. Bahkan,
keinginan itu telah menjadi kesepakatan dan rencananya dimulai pada Oktober
2024.
Mendengar rencana itu, Herianto (48), petani Desa Belanti Siam,
Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, tersenyum kecut. Menurut dia, soal pertanian,
Indonesia tak kalah dari negara lain. Namun, ia menyayangkan persoalan yang
masih menghadang, seperti pupuk subsidi yang sulit didapat petani. ”Saya berharap,
kalau memang ada proyek seperti itu, bisa membuat hidup petani lebih baik,”
kata Herianto, Kamis (25/4).Direktur Save Our Borneo Muhammad Habibi berpendapat,
program-program itu belum bisa membuat Indonesia berdaulat pangan. Masyarakat
hanya mendapat bencana.
Ia khawatir kerja sama dengan China itu menggunakan lahan yang
dipakai food estate, cetak sawah, atau program sejuta gambut. Senator asal
Kalteng, Agustin Teras Narang, menyambut baik rencana itu. Ia berharap kerja
sama itu bisa segera terealisasi. ”Apabila benar dapat direalisasikan dengan terencana,
perlu melibatkan para ahli serta masyarakat atau petani setempat,” ujarnya. Menanggapi
hal itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyatakan bakal bergerak cepat
menyiapkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional dan menyambut kerja sama
itu. Sebelumnya, Kementerian Pertanian menggelar program optimalisasi lahan
rawa dan irigasi di 10 kabupaten di Kalteng dengan total 81.000 hektar. (Yoga)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023