;

Menutup Kembalinya ”Amplop Coklat” di Kapal ASDP Kupang

Ekonomi Yoga 26 Apr 2024 Kompas
Menutup Kembalinya ”Amplop Coklat” di Kapal ASDP Kupang

Lewat pelantang suara, petugas berulang mengingatkan calon penumpang yang hendak membeli tiket kapal PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Pelabuhan Bolok Kupang, NTT, Selasa (23/4) siang. Disampaikan bahwa pembelian tiket, termasuk untuk kelas bisnis, hanya dilayani di loket darat. Tak ada lagi transaksi di atas kapal. Setelah imbauan lewat pelantang suara, beberapa petugas ASDP mendatangi kerumunan calon penumpang di depan loket penjualan tiket. Petugas mengulangi imbauan itu langsung ke telinga calon penumpang. ”Untuk kelas bisnis, beli memang di sini. Di kapal tidak ada lagi jual beli tiket,” ujar seorang petugas. Imbauan itu mulai intensif dilakukan sejak akhir Desember 2023 setelah ASDP Kupang mendapat sorotan mengenai transaksi di ruang kelas bisnis.

Kala itu tak ada pemberitahuan di loket sehingga penumpang membeli tiket kelas ekonomi. Tiba di atas kapal, mereka berebut ruang kelas bisnis dengan membayar Rp 50.000 kepada petugas. Biasanya uang itu dikumpulkan petugas dalam sebuah amplop coklat berukuran besar. ”Uang itu tidak disetor ke kantor. Uang itu digunakan untuk keperluan di kapal. Padahal, sudah ada uang operasional di setiap kapal,” kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang Andri Matte.

Terbongkarnya praktik ”amplop coklat” terjadi ketika Andri bersama Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Darius Beda Daton sidak di kapal. Pemeriksaan bertolak dari temuan Ombudsman NTT. Memang, perebutan ruang kelas bisnis di kapal ASDP Cabang Kupang sudah biasa selama bertahun-tahun. Hasil sidak itu jadi bahan evaluasi dan perbaikan. Andri lalu mengumpulkan petugas darat dan nakhoda. Beberapa ABK yang terlibat transaksi dipindahkan demi efek jera. Ia berkomitmen melakukan pembenahan ke depan. ”Memang tak semua orang suka dengan transformasi ini. Kita harus mulai,” ujarnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :