;

Medan Bangun Infrastruktur BRT

Ekonomi Yoga 21 Apr 2024 Kompas
Medan Bangun
Infrastruktur BRT

Pemerintah mulai membangun infrastruktur sistem angkutan massa cepat berbasis jalan atau bus rapid transit yang akan melayani kawasan Medan-Binjai-Deli Serdang di Sumut. Di kawasan aglomerasi ini akan dibangun 17 koridor yang dilayani 551 bus. BRT yang terintegrasi dalam satu kawasan diharapkan meningkatkan penggunaan transportasi publik yang saat ini masih di bawah 20 %. Setelah tertunda sejak tahun lalu, proyek BRT akhirnya dimulai dengan pembangunan Depo BRT Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di bekas Terminal Amplas, Medan, Sumut.

”BRT Medan tak sekadar proyek infrastruktur yang bersifat pembangunan fisik, tetapi juga soft development yang memberikan jaminan keandalan dan kenyamanan layanan transportasi publik,” ujar Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat di Kemenhub Suharto, Sabtu (20/4). Di kawasan Mebidang, kata Suharto, terdapat total 386.727 pelaju (commuter) per hari. Medan merupakan tujuan terbesar dari aktivitas para pelaju tersebut. Dari jumlah itu, 69 % berada di usia produktif. Sebanyak dua pertiga komuter di antaranya berstatus pekerja. Suharto menambahkan, pembangunan BRT merupakan bagian dari program pemerintah pusat, Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN).

Program ini memfasilitasi kebutuhan kritis kota-kota pada mobilitas dan perbaikan taraf hidup masyarakat, khususnya di sistem transit massal berbasis angkutan jalan raya. Proyek ini akan dibangun di kawasan Metropolitan Cekungan Bandung di Jabar dan Mebidang di Sumut. Pengembangan fisik meliputi pembangunan jalur khusus (koridor), halte BRT, fasilitas khusus pejalan kaki, terminal dan depo, serta pengembangan sistem transportasi pintar (intelligent transport system). Pengembangannya juga berupa nonfisik, yakni peningkatan kapasitas operator-operator penyedia layanan, penyediaan lapangan kerja di sektor pendukung layanan, dan penyerapan pekerja perempuan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :