Dani Arwanto Menyemai Oase di Utara Jakarta
Kampung Iklim Gang Hijau Cemara terletak di RT 007 RW 001
Kelurahan Tugu Utara, Jakut. Selama bertahun-tahun, warga setempat hidup berdampingan
dengan sampah, ceceran kotoran bebek, dan tumpukan barang bekas. Keadaan tambah
suram karena polisi rutin menangkap penjudi serta pengedar dan pengguna narkoba
dari sana. Perlahan tetapi pasti, Dani Arwanto (50) dan warga berbenah diri
serta membenahi lingkungan di sekitarnya. Saat ini kampong mereka bak oase
dengan budidaya anggur, tanaman hidroponik, maggot, ikan hias dan ikan
konsumsi, bank sampah, serta pendidikan anak usia dini gratis. ”Dulu saya
berbuat saja dengan konsep (memberi) manfaat untuk orang banyak. Tidak bermimpi
dapat inilah, itulah, termasuk Kalpataru. Ternyata banyak perhatian dari warga,
pemerintah, dan pihak swasta di sini,” tutur Dani, Selasa (16/4).
Segala perubahan berangkat dari kegundahan bapak dua anak ini
akan masa depan anak-anak dan generasi muda disana. Peluang emas itu datang
tatkala Dani terpilih sebagai ketua RT 007 pada 2013. Pelan-pelan dia
menanyakan apa sebenarnya keinginan warga, khususnya anak-anak muda. Dari
jawaban warga lahirlah ide dan konsep dengan fokus kampung hijau dan kelompok
tani. Konsekuensinya semua warga mulai berbenah dari keluarga intinya hingga
peduli pada lingkungan sekitar. Tiga tahun berselang, Dani dan warga mulai
agresif mengubah wajah RT 007. Pijakan pertama dengan menolak pembangunan
taman. Sebaliknya, mereka mengubah lahan tempat sampah menjadi kebun bunga dan
tanaman hias.
”Kebun menghasilkan bibit, tanaman bisa dijual, ada pupuk
juga dari kompos. Artinya, ekonomi berjalan. Kalau taman justru butuh orang dan
biaya perawatan,” ucapnya. Dalam dua pekan warga menuntaskan pekerjaan tersebut,
didukung Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta serta Dinas
Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Seiring berjalannya waktu, dukungan bertambah
dari Pertamina Lubricants me lalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan
Production Unit Jakarta. Kombinasi dukungan tersebut menghasilkan budidaya 40
varian anggur, tanaman hidroponik (kangkung, pakcoi, dan sawi), maggot, ikan
hias (koi) dan ikan konsumsi, serta bank sampah.
Hal penting lainnya dari pelbagai dukungan ini ialah warga
dilatih mengelola seluruh program dari hulu ke hilir dan terintegrasi. Dimulai dari
pembibitan, perawatan, memanfaatkan pupuk kompos dan maggot, pemanenan,
penyimpanan pascapanen, pengolahan menjadi aneka penganan, dan pemasaran
sehingga terwujud sirkulasi ekonomi meski cakupannya masih kecil. Belakangan,
warga ketambahan dukungan dari PLN berupa penyulingan air limbah penyejuk
ruangan (AC) dan air asin untuk air baku budidaya ikan, serta sumur resapan air
hujan sekaligus penyulingnya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga. Delapan
tahun berjalan, 11 Oktober 2022, RT007 menyandang status Kampung Iklim tingkat
Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, setahun berselang, Dani dianugerahi Kalpataru
kategori perintis lingkungan dari KLHK pada 5 Juni 2023. (Yoga)
Postingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023