Indonesia Rencanakan Impor 2,15 Juta Ekor Sapi Perah
Program Minum Susu Gratis menyebabkan kebutuhan susu nasional
melonjak drastis. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Kementan merencanakan mengimpor
2,15 juta sapi perah dari Australia, Selandia Baru, Brasil, dan AS. Minum Susu
Gratis merupakan program Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pasangan capres
dan cawapres peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024. Program tersebut menyasar
82,9 juta pelajar, santri, dan ibu hamil, dengan total kebutuhan susu selama
setahun sekitar 4,1 juta ton. Kehadiran program itu menyebabkan rerata
kebutuhan susu tahunan bertambah dari 4,6 juta ton menjadi 8,7 juta ton. Dengan
rerata produksi susu tahunan sebanyak 0,9 juta ton, Indonesia akan mengalami defisit
susu sebanyak 7,8 juta ton per tahun atau setara 2 juta sapi perah.
Sekretaris Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan
Makmun, Rabu (17/4) mengatakan, dalam tujuh tahun terakhir, 2017-2023,
kebutuhan susu nasional meningkat 6 % per tahun, sedangkan produksinya hanya 1
% per tahun. Ini menunjukkan kebutuhan dan produksi susu nasional selalu tidak
imbang sehingga Indonesia harus mengimpor susu setiap tahun. Untuk memenuhi
kebutuhan nasional yang terus meningkat, sekaligus program Minum Susu Gratis,
Kementan telah merencanakan program Peningkatan Produksi Susu Nasional (PPSN).
Salah satunya dengan menambah populasi sapi perah, baik melalui impor maupun
inseminasi buatan.
”Setidaknya Indonesia memerlukan tambahan impor 2,15 juta
sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu regular ataupun program Minum Susu
Gratis. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 90 triliun,” ujar Makmun dalam webinar
”Kawal Produksi Susu Menuju Kemandirian Pangan dan Protein” yang digelar Sinar Tani
di Jakarta. Makmun menjelaskan, di luar kebutuhan reguler, program Minum Susu
Gratis bagi 24 juta siswa SD membutuhkan 1,18 juta ton susu segar. Untuk memenuhinya,
dibutuhkan 300.000 sapi perah impor dengan anggaran Rp 13,5 triliun. Sementara
untuk program Minum Susu Gratis bagi 82,9 juta pelajar (termasuk siswa SD),
santri, dan ibu hamil, dibutuhkan 4,1 juta ton susu segar. Untuk memenuhinya,
dibutuhkan 1,1 juta sapi perah impor dengan anggaran Rp 49,5 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Benahi Masalah Fundamental
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023