SENGKETA HASIL PEMILU, Hakim Minta Penjelasan soal Bantuan Sosial
Hakim konstitusi mendalami dugaan cawe-cawe Presiden Jokowi
dalam Pemilihan Presiden 2024 dari empat menteri Kabinet Indonesia Maju, terkait
penyaluran bansos yang masif di tengah tahapan pemilihan. Namun, sejumlah
menteri menepis tudingan dari pemohon sengketa hasil pilpres, baik dari
pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Keempat
menteri hadir memenuhi permintaan keterangan sidang lanjutan sengketa hasil
pilpres di MK, Jakarta, Jumat (5/4). Keempatnya adalah Menko PMK Muhadjir
Effendy, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Sri Mulyani, dan
Mensos Tri Rismaharini. Saat sesi tanya jawab, delapan hakim konstitusi menanyakan
seputar penyaluran bansos di tengah tahapan pemilihan.
Sidang dengan agenda permintaan keterangan itu berlangsung enam
jam. Pertanyaan kritis dari hakim konstitusi menyangkut sumber dana bansos,
urgensi penyaluran bansos, dan alasan Presiden Jokowi lebih banyak memilih berkunjung
ke Jateng selama pilpres dibanding ke tempat lain, juga sumber anggaran untuk
setiap kunjungan Presiden tersebut. Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa bansos
yang dibagikan pemerintah di awal tahun menjelang pemilu merupakan bansos
tambahan untuk memitigasi risiko pangan akibat El Nino yang menurunkan produksi
pangan, terutama beras, serta membuat tren harga beras dunia bergejolak. Apalagi
kenaikan harga itu diiringi larangan ekspor beras dari enam negara pada 2023.
Bansos tambahan itu bentuknya seperti bantuan pangan cadangan
beras pemerintah (CBP). Ia juga mengklaim penetapan pelaksanaan program
perlinsos dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mekanisme APBN yang
pembahasannya dilakukan bersama DPR dan pihak terkait lainnya. Muhadjir
menambahkan, pemerintah melakukan berbagai kunjungan kerja untuk memastikan
pelaksanaan penyaluran bansos reguler ataupun CBP berlangsung sesuai harapan.
Pemilihan wilayah kunjungan kerja ditentukan melalui beberapa pertimbangan,
seperti keadaan tingkat kemiskinan serta kondisi pelaksanaan bansos ataupun
bantuan pemerintah lainnya di lokasi tersebut.
Terkait sumber anggaran kunjungan Presiden, Sri Mulyani
menegaskan, dana yang digunakan bukan bagian dari anggaran perlinsos di APBN
2024 yang besarnya Rp 496,8 triliun, tapi dana tetap berasal dari APBN. Tri
Rismaharini mengungkapkan, sejak dirinya menjabat Mensos pada akhir 2020,
bansos bagi penerima manfaat diberikan dalam bentuk transfer, tidak lagi ada bantuan
berbentuk beras dan sembako. Perubahan itu menyusul adanya temuan dari BPK. Rangkaian
sidang perselisihan sengketa hasil pilpres untuk mendengarkan keterangan para pihak
yang dimulai sejak Kamis (27/3) telah berakhir kemarin. Selanjutnya hakim
konstitusi menggelar rapat permusyawaratan hakim. Putusan MK akan dibacakan
paling lambat pada 22 April mendatang. (Yoga)
Postingan Terkait
Bansos Mengalir ke Aktivitas Judi Online
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023