Semester I-2024, Surplus Beras Hanya 1,7 Juta Ton
Surplus beras nasional pada semester I-2024 diperkirakan hanya 1,7 juta ton, atau lebih rendah dari periode sama 2023 sebesar 3,36 juta ton. Jebloknya surplus beras tersebut dipicu oleh panen yang mundur, dari Maret ke April, akibat fenomena EL Nino pada paruh kedua tahun lalu. Situasi ini disikapi pemerintah dengan mempercepat tanam padi disawah-sawah yang baru panen, dengan harapan pada semester II-2024 masih bisa diperoleh surplus guna menghindari inflasi beras. Dalam paparan Menteri Pertanian (Kementan) dengan merujuk Kerangka Sampel badan Area Pusat Statistik (KSA BPS), produksi beras Januari-Juni 2024 diproyeksi 17,09 juta ton dan kebutuhan 15,39 juta ton, sehingga diperoleh surplus (produkdi-konsumsi) 1,7 juta ton. Rinciannya, Januari 2024 defisit 1,22 juta ton, Maret surplus 1,26 juta ton, April surplus 2,33 juta ton, Mei surplus 2024 0,778 juat ton dan Juni surplus 1,6 juta ton, April surplus 1,11 juta ton, Mei surplus 0,31 juta ton, dan Juni surplus 0,24 juta ton. Total beras surplus tahun 2023 sebesar 0,49 juta ton atau lebih rendah dari 2022 yang sekitar 1,34 juta ton. (Yetede)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Benahi Masalah Fundamental
28 Jun 2025
Regulasi Perumahan perlu direformasi
26 Jun 2025
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
26 Jun 2025
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023