;

Lonjakan Harga Pangan Bikin Miskin Masyarakat

Lonjakan Harga Pangan Bikin Miskin Masyarakat
Lonjakan harga sejumlah bahan pangan masih menjadi persoalan. Pasalnya, harga pangan telah menggerus tabungan masyarakat, terutama kelas bawah. Jika kondisi ini terus berlanjut, jumlah penduduk miskin di Indonesia sulit turun. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beberapa bahan pangan per 8 Maret 2023 tercatat naik. Rerata nasional harga beras medium di angka Rp 14.350 per kilogram (kg), naik 0,21% dari hari sebelumnya. Lonjakan harga pangan tersebut bahkan membuat inflasi pangan melejit. 

Pada Februari 2024, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan mencapai 8,47% year on year (yoy), jauh dari target pemerintah 5% yoy. Implikasinya, tabungan masyarakat, terutama kelas bawah, menurun. Hal ini tampak dari data Mandiri Spending Index(MSI) yang Bank Mandiri rilis baru-baru ini. Per 25 Februari 2024, Indeks Belanja masyarakat kelas bawah tercatat di level 263,8, naik dibanding posisi pada 28 Januari 2024 di posisi 243,8. Tapi, Indeks Tabungan masyarakat kelas bawah anjlok dari 42,2 menjadi 29,8. Kementerian keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi belanja bansos hingga 31 Januari 2024 mencapai Rp 12,45 triliun, melonjak signifikan, mencapai 220,85% yoy. 

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, masyarakat kelas menengah bisa turun menjadi kelompok miskin baru. Bahkan, masyarakat kelompok miskin bisa jatuh menjadi masyarakat miskin ekstrem. Alhasil, masyarakat kelas menengah bakal semakin sedikit memiliki ruang untuk menabung, karena pendapatannya banyak mereka gunakan untuk membeli bahan makanan serta cicilan kredit rumah dan kendaraan bermotor. Ditambah lagi, kenaikan upah minimum mereka juga tidak sejalan dengan kondisi inflasi bahan makanan yang sedang menanjak. Bhima juga khawatir, tanpa pengendalian harga pangan yang efektif oleh pemerintah saat Ramadan dan Lebaran, akan membuat banyak kelas menengah turun menjadi orang miskin baru. Dengan kondisi tersebut, Bhima pesimistis, angka kemiskinan di level 6,5% hingga 7,5% sesuai yang pemerintah targetkan dalam RPJMN 2020-2024 sulit tercapai.
Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :