Harga Beras Pengaruhi Harga Pangan Nonberas
Harga sejumlah bahan pangan nonberas naik seiring
meningkatnya permintaan di tengah lonjakan harga beras beberapa bulan terakhir.
Warga di beberapa daerah khawatir harga beras bertahan tinggi atau justru
semakin naik menjelang Ramadhan yang jatuh pada pertengahan Maret 2024. Di
Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Edi (34) takjub saat menanyakan harga
seporsi kasoami kepada pedagang. Harganya mencapai Rp 10.000. Sehari
sebelumnya, harganya Rp 8.000. ”Kalau di pembuat itu harganya masih Rp 8.000,
tapi kalau tangan kedua sudah naik Rp 10.000. Sebulan lalu, seporsi yang sama
masih Rp 5.000,” kata Edi, dihubungi dari Kendari, Kamis (29/2).
Kasoami atau disebut soami di beberapa wilayah adalah makanan
pokok masyarakat kepulauan Sultra yang berbahan dasar singkong. Setelah
diparut, singkong diperas dan disebut kaopi. Bahan ini menjadi bahan utama
kasoami yang dicetak berbentuk lancip. Menurut Edi, kenaikan harga kasoami ini
mulai terjadi seiring melonjaknya harga beras. Di Kaledupa, harga beras premium
tertinggi Rp 850.000 untuk kemasan 50 kg. Sebelumnya, harga beras di pulau ini
Rp 720.000 per karung kemasan 50 kg. Wa Sapoo (47), warga Wangi-wangi, pulau
ibu kota Kabupaten Wakatobi, menceritakan, selain kasoami, harga berbagai bahan
pangan lokal memang terus naik. Harga sekarung keladi mencapai Rp 400.000, naik
dari sebelumnya Rp 200.000.
”Harga ubi kuning, ubi putih, juga naik. Kasoami sudah naik,
ukurannya juga jadi kecil. Semua naik sejak harga beras terus melonjak,” ujarnya.
Di DI Yogyakarta, kenaikan harga beras juga dinilai turut mendorong permintaan
singkong. Menurut Sudras (42), pedagang di Pasar Telo Karangkajen di Kelurahan
Brontokusuman, saat ini dia bisa menjual 1,5 ton singkong per hari, naik dari
biasanya 1 ton per hari (Kompas, 26/2). Menurut dia, jumlah itu meningkat sejak
Desember 2023, saat harga beras mulai bergejolak. Hal ini mengindikasikan setidaknya
sebagian warga sudah bisa beralih ke sumber karbohidrat selain beras. ”Banyak
pedagang pengecer yang biasanya hanya membeli 80 kg kini menjadi 100 kg.
Peningkatan penjualan biasa terjadi setiap harga beras naik,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023