Waspadai Komposisi Impor
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada kuartal pertama tahun ini surplus 2,62 miliar dolar AS dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu yang mencatat defisit 62,8 juta dolar AS. Namun, Suhariyanto menekankan, Indonesia tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya mengenai komposisi impor bahan baku dan barang modal yang akan berpengaruh ke pergerakan sektor industri, perdagangan, dan investasi. Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyebutkan, neraca dagang yang mengalami surplus belum dapat menggambarkan kondisi sehat secara penuh. Namun, berita baiknya adalah perkembangan ekspor ke Cina mengalami pertumbuhan cukup signifikan karena Cina merupakan mitra dagang utama ekspor kita.
Yusuf berujar, pertumbuhan impor terbesar justru terjadi pada kelompok barang konsumsi. Salah satunya adalah bawang putih, yang nilai impor komoditasnya pada Maret 2020 mengalami kenaikan hingga 18,8 juta dolar AS. Ketua Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo), Valentino menuturkan, harga bawang putih impor yang masuk ke Indonesia akan segera menstabilkan harga dalam negeri. Valentino menjelaskan, ketersediaan bawang putih untuk Ramadhan dan Idul Fitri akan aman.
Postingan Terkait
Perdagangan AS-China
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023