;

Pengusaha Anggap Peran Oposisi Penting

Pengusaha Anggap Peran Oposisi Penting

Merujuk hasil hitung cepat atawa quick count sejumlah lembaga survei, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada di tempat teratas dengan perolehan 19% suara, mengungguli 17 partai politik kontestan Pemilu 2024 lainnya. Dari 92% data yang masuk hingga Jumat (16/2) malam, Partai Golkar membayang-bayangi PDIP dengan 17% suara, disusul Partai Gerindra 15%, PKB 12%, dan Partai Nasdem 11%. Hanya parpol yang berada di ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) minimal 4% suara yang bisa melenggang ke Senayan, tempat anggota DPR berkantor. Sementara PPP yang baru mengumpulkan 3,6% suara masih berpeluang lolos karena perolehan suara berada di rentang margin of error. Ada 24 parpol peserta Pemilu 2024, yakni 18 partai nasional dan enam partai lokal. Sebanyak 10 parpol terancam tidak lolos ke parlemen mengacu hitung cepat. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, PDIP siap berjuang sebagai oposisi di luar pemerintahan dan parlemen untuk menjalankan tugas check and balance. Berbeda dengan PDIP, Partai Nasdem yang mengusung  Anies Baswedan sebagai calon presiden menyatakan, tidak ingin terburu-buru menentukan sikap usai gelaran Pilpres dan Pemilu 2024. Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada arahan sikap dari Ketua Umum Surya Paloh.

Sekadar informasi, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapat dukungan dari Nasdem dengan jumlah 59 kursi di DPR, PKB 58 kursi, PKS 50 kursi. Sehingga, total 167 kursi di parlemen berdasarkan hasil Pemilu 2019. Sementara Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menguasai kursi parlemen saat ini, dengan jumlah mencapai 261 kursi di Senayan hasil Pemilu 2019. Perinciannya: Gerindra 78 kursi, Golkar 85 kursi, PAN 44 kursi, dan Demokrat 54 kursi. Lalu, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat dukungan PDIP dengan 128 kursi dan PPP 19 kursi, sehingga total jumlah kursi koalisi pasangan ini sebanyak 147 kursi. Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Sarman Simanjorang menilai, peran oposisi tidak kalah penting. "Mereka hadir sebagai check and balance dari pemerintahan," katanya kepada KONTAN. Hanya, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, gambaran parlemen 2024-2029 sejauh ini masih samar sampai KPU selesai melakukan proses perhitungan dan penentuan kursi-kursi anggota DPR nanti. Merujuk hasil quick count, potensi jumlah parpol yang mengisi kursi parlemen, kemungkinan besar delapan. Itu artinya, dibanding periode sekarang, minus satu parpol. Menariknya, dari delapan parpol potensial itu, komposisi antara koalisi dan oposisi adalah empat versus empat. 

Tags :
#Nasional
Download Aplikasi Labirin :