;

PR Besar Taklukkan Harga Gula

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Bisnis Indonesia, 15 April 2020
PR Besar Taklukkan Harga Gula

Harga rata-rata gula nasional menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), pada Selasa (14/4), menembus Rp18.300 per kilogram (kg) lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET), kendati dukungan pasokan bahan baku dari luar negeri telah digelontorkan untuk memacu produksi komoditas manis tersebut. 

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi berpendapat proses importasi bahan baku GKP yang berjalan lamban dan belum bisa membendung harga gula pasir yang stabil tinggi berpotensi berlanjut bahkan sampai musim giling tiba, akan menyebabkan tertekannya harga tebu di tingkat petani. Menurut Bayu, satu-satunya jalan keluar untuk mempercepat impor adalah dengan jalur diplomasi antar negara agar logistik kebutuhan pokok seperti gula dikecualikan dari hambatan dalam logistik internasional.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengemukakan potensi gangguan pasokan gula impor saat musim giling sejatinya bisa dihindari dengan memanfaatkan jadwal penerbitan izin dan proyeksi ketersediaan stok. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan bahwa situasi sekarang tidak mudah untuk impor. Beberapa negara pemasok sudah lockdown dan kapal pengangkut banyak yang tidak berhenti sehingga akan sulit dalam pengadaan impor gula.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengemukakan Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mendapat penugasan impor sebanyak 50.000 ton guna mencukupi kebutuhan tahunan nasional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M. Nur Khabsyin menyarankan agar impor seperlunya saja. Jika terlalu banyak, nanti jika saat musim giling gula petani tidak laku. Belum lagi ada carry over stock dari produksi tahun lalu. Nur Khabsyin mengharapkan para pabrik yang mendapat persetujuan impor dapat mempertanggungjawabkan gula yang dikelola dan mendistribusikannya ke wilayah dengan harga gula yang tinggi, agar tidak membanjiri pasar saat musim giling tiba.

Download Aplikasi Labirin :