Tercekik Kenaikan Harga Pangan
SURTI, pedagang makanan di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan harga pangan yang melambung dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga bahan pokok membuat dia putar otak. Dia tidak menaikkan harga, tapi terpaksa mengurangi porsi jualannya agar bisa menutupi biaya produksi. Satu porsi jualannya tetap dijual Rp 3.000.
Menurut Surti, bukan hanya harga beras yang naik. Harga telur, daging ayam, cabai, tomat, hingga minyak goreng juga ikut meroket. Jika biasanya harga telur Rp 27 ribu per kilogram, dia membelinya Rp 28 ribu per kg. Begitu pula dengan daging ayam yang biasa dibeli Rp 31 ribu per kg, kini harganya menjadi Rp 32 ribu per kg. “Apa karena mau pemilu, mau puasa, jadi semua naik?” kata Surti kepada Tempo, kemarin. Mayoritas harga bahan pokok melonjak pada awal pekan ini. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan harga bahan pokok sudah tinggi sejak tahun lalu.
Menurut dia, salah satu penyebab sejumlah harga bahan pokok mahal adalah paceklik akibat El Nino. “Berdasarkan laporan anggota kami di beberapa daerah, yang masih tinggi saat ini adalah harga cabai. Ada penurunan, tapi kami anggap harganya di atas normal, Rp 60-61 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Reynaldi memaparkan, hingga kemarin, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting juga tinggi. Begitu pun harga bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, telur, hingga gula. Harga seluruh komoditas tersebut juga terpantau naik.
Dalam panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), kenaikan tertinggi terjadi pada harga cabai rawit merah, yakni sebesar 4,16 persen. Kenaikan terus terjadi dalam sepekan terakhir. Hingga kemarin, harga cabai rawit merah sebesar Rp 46.610 per kg. Adapun bahan pokok lain mengalami kenaikan 0,30-0,98 persen. Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah beras. Berdasarkan grafik Bapanas, harga beras medium dan premium terus merangkak naik sejak Januari 2023 dan mencapai angka tertinggi pada bulan ini. Menurut Reynaldi, Ikappi telah memantau kenaikannya selama lima hingga enam bulan terakhir. “Beberapa komoditas akhirnya ikut naik karena harga beras yang tak kunjung turun dalam beberapa bulan terakhir,” katanya. (Yetede)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023