PRDA Memacu Pertumbuhan Kinerja
Emiten laboratorium, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2024. Strategi tersebut dijalankan dengan tetap berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan demi kepuasan pelanggan. Direktur Bisnis & Pemasaran Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati menyatakan, Prodia tetap konsisten meluncurkan minimal 10 tes kesehatan baru setiap tahunnya. Saat ini, PRDA sudah menawarkan lebih dari 3.000 jenis tes kesehatan bagi masyarakat, baik untuk preventif maupun tes yang bersifat rutin. Prodia juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaharuan dan memperbanyak layanan konsultasi dokter di klinik Perseroan dan melalui aplikasi digital ProdiaLink. Indriyanti mengatakan, sebagai bentuk sinergis layanan kesehatan, Prodia tetap membuka peluang kerja sama dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi bersama mitra strategis, baik lokal maupun internasional. Selain itu, berbagai upaya efisiensi pun dilakukan Prodia guna menjaga perolehan laba tetap positif di tahun 2024 ini. Pihaknya optimistis dengan berbagai strategi dan program di sepanjang tahun 2024 ini dapat mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2023. Pada tahun ini, Prodia menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar. Indriyanti memerinci, 30%-35% capex akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi dan digital. Kemudian 40%-45% sisanya dipakai untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas alat laboratorium. Hingga akhir bulan Januari 2024 ini Prodia belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2023, sehingga belum bisa menggambarkan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu. Adapun, per kuartal III-2023, pendapatan PRDA mencapai Rp 1,61 triliun. Angka ini naik tipis 2,08% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,57 triliun. Hingga akhir September 2023, PRDA mencetak laba bersih sebesar Rp 235,67 miliar. Laba bersih PRDA itu menurun 14,36% yoy dari periode sama tahun 2022 yang sebesar Rp 275,20 miliar pada.
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023