Menanti Integrasi ”BTS” di Jabodetabek
Setelah Kota Bogor, program pembelian layanan (buy the
service/BTS) akan menjangkau Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok di Jabar
yang juga tetangga DKI Jakarta. Masyarakat tak sabar menanti beroperasinya
layanan transportasi publik ini. Sejak penandatanganan kerja sama dan peresmian
layanan bus BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor dengan sistem BTS, November
2021, layanan BTS seolah berhenti di ”Kota Hujan”. Baru beberapa bulan belakangan
Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok ikut dalam layanan BTS. Program
BTS merupakan program subsidi berbasis skema remunerasi berjangka untuk
melaksanakan standar pelayanan minimal yang sudah ditetapkan. Saat memilih Kota
Bogor sebagai kota percontohan program BTS, Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan
bahwa kawasan Jabodetabek merupakan satu wilayah aglomerasi dengan pergerakan
masyarakat yang besar setiap hari. Oleh karena itu, program seperti BTS diperlukan
untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, kemacetan, polusi, dan
masalah lain.
Menurut Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
(BPTJ) Suharto, dengan adanya layanan angkutan umum massal, ada penghematan
biaya transportasi hingga 50 % yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. ”Masyarakat
menengah ke bawah menghabiskan 25-30 % pendapatan per bulan untuk biaya
transportasi. Sementara Bank Dunia merekomendasikan maksimal persentase biaya
transportasi 10 % dari pendapatan,” ujar Suharto, Jumat (26/1). Berdasarkan BPS
2022, jumlah penduduk di Jabodetabek mencapai 31,6 juta jiwa. Hasil analisis
BPTJ pada 2023 menunjukkan, potensi jumlah penduduk terlayani angkutan umum
(jika tersedia halte/bus stop kurang dari 500 meter dari lokasi berangkat)
mencapai 7,9 juta jiwa atau 25 %. Potensi ini yang terus didorong melalui
berbagai strategi kebijakan dengan menghadirkan layanan transportasi umum
massal. Lewat program BTS di Kota Bogor, misalnya, sejak beroperasi akhir 2021,
jumlah penumpang terlayani relatif banyak. Pada dua bulan pertama beroperasi,
tercatat 335.034 penumpang. Lalu, sepanjang 2022 tercatat total 5,16 juta penumpang.
(Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Program Pengampunan Diperluas
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023