Tesla Masih Gunakan baterai Nikel di China
26 Jan 2024
Investor Daily (H)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaskan, Tesla masih menggunakan baterai lithium ion yang mengandung nikel untuk mobil listrik yang dijual di China. Artinya, tidak semua mobil listrik Tesla di China menggunakan baterai lithium ferro Phosphate (LFP). "Jadi, LG memasok nickel based battery untuk model mobil listrik yang diproduksi Tesla di Shanghai," ucap Luhut melalui video di akun Instagram pribadinya. Pernyataan Luhut tersebut menanggapi pernyataan Co-Captain Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Tom Lembong bahwa tesla sudah tak memakai lagi baterai lithium ion untuk mobil listrik China. Luhut tidak memungkiri penggunaan baterai LFP di mobil listrik mulai berkembang. "Memang, suatu ketika, tidak tertutup kemungkinan nikel ini makin berkurang penggunaannya. Sekarang, hilirisasi nikel kita mengarah ke katoda baterai mobil listrik baterai lithium ion. Jadi ekspor kita sudah sangat maju, karena tidak hanya bergantung lagi pada bahan mentah," ujar Luhut. (Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
25 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023