;

Energi, Dalam Analisis Budaya

27 Jan 2024 Kompas (H)
Energi, Dalam  Analisis Budaya

Matahari telah menjadi inspirasi untuk mengubah pandangan teknologis, khususnya terkait transisi dari energy fosil menjadi energi terbarukan. Perubahan teknologis tak cukup dimengerti saja dalam pengertian perombakan alat dan mesin. Secara filosofis, transformasi teknologis harus didorong pemahaman yang mendalam tentang dunia alamiah beserta tantangannya saat ini, yaitu krisis iklim, yang membangunkan masyarakat dunia dari gagasan yang keliru tersebut. Bookchin, pemikir kritis teori ekologi sosial, beranggapan bahwa teknologi modern melupakan matriks sosial yang mempertimbangkan keadilan bagi sosial dan ekologi.

Matriks sosial dalam hal ini tidak saja perihal pendapatan ekonomi, tetapi juga pertimbangan etis mengenai konsekuensi pemanfaatan teknologi tersebut secara holistik. Bookchin mengingatkan, terhubung dengan energi surya, angin, atau biogas, latar belakang pengembangan teknologis kita tak cukup hanya berkisar pada stimulan ekonomi, tetapi perlu juga memiliki dasar desideratum, dimana hambatan-hambatan yang merintangi transisi energi, salah satunya adalah masih minimnya riset dan karya ilmiah tentang energi terbarukan di kampus ataupun lembaga riset di Indonesia. Para peneliti, bercerita pentingnya sokongan terkait kebijakan pemerintah.

Kebijakan yang memprioritaskan pendanaan bagi pengarusutamaan ekosistem penelitian dan laboratorium di Indonesia dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Transformasi energi ini selain perlunya kegandrungan pada sains, juga pendekatan etis tentang inovasi teknologi yang dapat membantu cita-cita kehidupan bersama yang lebih baik. Secara politis, transisi ini membutuhkan kepemimpinan visioner yang mengerti bahwa kebijakan publik dalam bingkai krisis iklim, tidak lagi soal perhitungan efisiensi serta kesesuaian industri dan pasar. Karena itu, transisi energi ini memerlukan kehendak dan komitmen politis yang kokoh dan menyeluruh. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :