Investasi Makin Minim Ciptakan Lapangan Kerja
Ditengah gejolak tahun politik yang memanas, porsi investasi
asing pada 2023 merosot. Catatan pentingnya, penyerapan tenaga kerjanya juga
anjlok. Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers
yang digelar di Jakarta, Rabu (24/1) mengatakan, investasi asing tidak tumbuh
sebesar tahun-tahun sebelumnya. Ada dua faktor yang membuat pertumbuhan
investasi asing terhambat. Pertama, acuan dasar target investasi dari tahun ke
tahun terus meningkat signifikan sesuai instruksi Presiden Jokowi. Pada 2021, basis target investasi Rp 900 triliun, meningkat menjadi Rp
1.200 triliun pada 2022 dan Rp 1.400 triliun pada 2023. Kedua, faktor tahun
politik yang membuat ketidakpastian meningkat. Hal itu membuat investor asing
ragu-ragu menanamkan modal di Indonesia.
”Jujur saja, saya tidak bisa tutupi, sebagian investor itu
wait and see. Namun, di atas itu sebenarnya masih ada kepercayaan (investor). Makanya,
itu jadi tantangan bagi kami untuk tetap meyakinkan investor bahwa sekalipun di
tahun politik seperti ini, kita tetap clear,” ujarnya. Di sisi lain, meski
realisasi investasi berhasil melampaui target, penyerapan tenaga kerja masih
minim. Sepanjang 2023, realisasi investasi ribuan triliun hanya menciptakan 1,8
juta lapangan kerja. Sekalipun naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1,36
juta lapangan kerja, jumlah itu masih terhitung minim dibandingkan dengan nilai
investasi besar yang masuk dalam beberapa tahun terakhir.
Bahlil mengakui, penyerapan tenaga kerja memang belum
berbanding lurus dengan realisasi investasi. Namun, pemerintah tidak saja fokus
menarik investasi padat modal, tetapi juga yang berbasis teknologi demi
mengerek pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita lebih masif. ”Kalau kita
hanya berpikir padat karya, sampai ayam tumbuh gigi pun negara ini tidak akan
maju karena padat karya itu, mohon maaf, gajinya terukur. Kalau kita hanya
ciptakan lapangan kerja dengan gaji Rp 4 juta-Rp 5 juta terus, bagaimana kita
mau naik kelas,” katanya. Berdasarkan data BKPM, total realisasi investasi
langsung di Indonesia sepanjang 2023 mencapai Rp 1.418,9 triliun atau 101,3 %
dari target yang ditetapkan Presiden dan 129 % dari target rencana strategis
(renstra) pemerintah. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023