;

Merugi, Maskapai Pikir Ulang Membeli dari Boeing

Ekonomi Yoga 25 Jan 2024 Kompas
Merugi, Maskapai Pikir Ulang Membeli dari Boeing

Sejumlah maskapai penerbangan di AS mengutarakan kekecewaan terhadap perusahaan pembuat pesawat Boeing. Selama enam tahun terakhir, pesawat-pesawat Boeing mengalami masalah yang beberapa di antaranya mengakibatkan kecelakaan fatal. Merugi, maskapai-maskapai itu berpikir ulang untuk membeli unit pesawat baru dari Boeing. Kekecewaan diungkapkan Dirut Alaska Airlines, Ben Minicucci dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC, yang ditayangkan Selasa (23/1) malam waktu setempat atau Rabu (24/1) pagi WIB. ”Saya kecewa dan marah karena Boeing tidak kunjung memperbaiki kualitas mereka secara internal,” ujarnya.

Direktur Utama United Airlines, Scott Kirby mengatakan semakin menyangsikan mutu Boeing. Baik United maupun Alaska terpaksa mengandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 9 mereka sebanyak 140 unit. Apabila digabung dengan Max 9 dari maskapai-maskapai lain, ada 171 pesawat yang dilarang terbang. Penyebabnya kejadian pada 5 Januari 2024 ketika salah satu panel pesawat Alaska Airlines jebol di ketinggian 4.900 meter. Beberapa penumpang hampir tersedot keluar. Beruntung pilot bisa mendarat darurat. Gara-gara itu, maskapai penerbangan di AS yang menggunakan 737 Max 9 mengandangkan pesawat mereka sampai ada pemeriksaan menyeluruh. Praktis mereka mengalami kerugian karena tidak bisa beroperasi.

”Setidaknya, selama tiga bulan pertama tahun ini, kami merugi. Kami mengadakan rapat internal untuk mempertimbangkan apakah perlu melanjutkan pemesanan unit-unit pesawat Boeing terbaru,” kata Kirby kepada CNBC. Ia menjelaskan, pengubahan atau pembatalan pesanan itu akan berdampak besar terhadap maskapai United. Ukuran pesawat menentukan jarak dan rute yang bisa ditempuh maskapai. Misalnya, dengan Boeing Max 10 yang berukuran besar, United berharap bisa terbang ke tujuan yang lebih jauh dan mengangkut lebih banyak penumpang. Apabila mereka membatalkan pesanan atau mengalihkannya ke perusahaan lain, ada risiko perusahaan harus mengubah jalur penerbangan yang direncanakan. Max adalah pemutakhiran Boeing atas pesawat 737 yang sangat populer dipakai berbagai maskapai di dunia. Namun, Max memiliki sejarah kinerja buruk. Max 8 mengalami dua kecelakaan fatal, di Indonesia dan Etiopia, yang mengakibatkan semua penumpang dan awak tewas. Operasi dan produksi Max 8 pun dihentikan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :