Ongkos Miliaran Rupiah untuk Menembus Senayan
Musim pemilu telah tiba. Suara warga diburu sebagai tiket
menuju kursi wakil rakyat. Baliho yang berisi foto dan janji manis calon anggota
legislatif tersebar di sudut kota. Banyak orang tiba-tiba menjadi baik hati
dengan mendatangi permukiman warga. Bisa caleg atau tim suksesnya. Demi merebut
suara warga, sebagian caleg tidak hanya mengumbar janji manis. Sebab, jika
ingin maju melenggang ke Senayan, tempat Gedung DPR berada, seorang caleg mesti
menyiapkan dana besar. Tingginya ongkos politik ini diakui sejumlah anggota DPR
petahana yang kembali maju untuk merebut kursi parlemen. Guspardi Gaus, anggota
Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, menyebut, pada 2019, biaya
politik yang dihabiskan untuk mendapatkan satu kursi DPRada pada kisaran Rp 10
miliar.
”Artinya apa, biaya politik, itu harus. Enggak ada uang,
enggak mungkin. Ketokohan saja enggak mungkin,” kata Guspardi, Jumat
(8/12/2023), di Jakarta. Biaya politik yang dikeluarkan caleg, salah satu
komponennya, berkaitan dengan pengenalan diri atau sosialisasi kepada warga.
Sosialisasi dapat dilakukan dengan beragam cara, misalnya memasang alat peraga
kampanye (APK), seperti baliho atau poster. ”APK itu gunanya memberi tahu
masyarakat kalau saya maju lagi,” ucap caleg dari Dapil Sumbar 2 tersebut.
Selain pengenalan atau sosialisasi kepada warga, biaya politik yang dikeluarkan
para caleg yakni biaya operasional tim pemenangan yang bekerja di lapangan
untuk berinteraksi dengan warga dan memperkenalkan visi misi dari caleg yang
didukung, untuk uang transpor, uang saku atau uang makan, hingga biaya tak
terduga lain.
Ahmed Zaki Iskandar, calon anggota DPR Dapil 3 DKI Jakarta
yang pernah menjabat Bupati Tangerang dua periode, menyiapkan beragam strategi
untuk menekan biaya politik dalam mengikuti Pemilu 2024. Zaki saat ini Ketua DPD
Partai Golkar DKI Jakarta memanfaatkan kekuatan jaringannya, terutama jaringan
partai. Untuk Pemilu 2024, Zaki menyiapkan biaya politik Rp 4 miliar - Rp 5
miliar untuk operasionalisasi kampanye, termasuk pengadaan APK. Anggota DPR
periode 2019-2024 yang tak mau disebut namanya mengungkap, rata-rata biaya
politik yang dikeluarkan calon anggota DPR Rp 10 miliar. Beberapa anggota DPR
yang dia ketahui bahkan mengeluarkan biaya hingga puluhan miliar rupiah. Dengan
pengeluaran fantastis itu, mustahil bagi seorang anggota DPR mengembalikan
biaya politik yang dikeluarkan dalam perhelatan pemilu dengan, gaji dan
pendapatan anggota DPR Rp 60 juta per bulan, Padahal, uang miliaran rupiah yang
harus dirogoh caleg untuk biaya politik itu tidak menjamin dia duduk sebagai anggota
DPR. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023