KINERJA BUMN, Perbaikan Tata Kelola Mendesak Dilakukan
Setumpuk pekerjaan rumah menanti Kementerian BUMN seusai
menyetorkan dividen untuk negara sebesar Rp 82,1 triliun pada 2023. Selain memastikan
pemenuhan hak karyawan tujuh BUMN yang telah dibubarkan, kementerian juga perlu
memastikan restrukturisasi BUMN karya dan perbaikan tata kelola. Tujuh BUMN
yang dibubarkan sepanjang 2023 adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero),
PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), PT
Kertas Leces (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Industri Gelas (Persero),
dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Enam daritujuh BUMN yang dibubarkan
sudah tidak beroperasi sejak belasan tahun lalu. Satu-satunya BUMN yang dilikuidasi
saat masih beroperasi adalah Istaka Karya. Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis
UI, Toto Pranoto, mengatakan, pembubaran ketujuh BUMN menyisakan sejumlah kewajiban,
seperti pembayaran hak karyawan, pembayaran tunggakan pajak, hingga pembayaran
utang kepada kreditor.
Kendati sudah lama tak beroperasi, ketujuh BUMN masih
memiliki aset yang hasil penjualannya dapat digunakan untuk pembayaran
kewajiban yang tertunda. Kementerian BUMN menyebutkan total penjualan aset
pailit senilai Rp 561,3 miliar. Nilai ini baru berasal dari empat BUMN yang
dibubarkan. ”Jadi, ini penting supaya status BUMN tersebut tidak menggantung.
Ini menjadi sinyal penting bahwa ke depan, BUMN yang sudah dianggap tidak punya
prospek dan punya tingkat kesehatan yang buruk, likuidasi bisa menjadi pilihan
pemerintah,” ujar Toto saat dihubungi, Jumat (12/1/2024), di Jakarta. Selain
menuntaskan pembubaran tujuh BUMN, tahun ini Kementerian BUMN juga punya
pekerjaan rumah untuk merestrukturisasi BUMN Karya yang memiliki tumpukan utang
kepada kreditor ataupun vendor. Kementerian BUMN juga punya pekerjaan rumah menyelesaikan
masalah dana pensiun BUMN yang disinyalir bermasalah di bidang tata kelola
investasi dan operasional. Toto menilai, restrukturisasi untuk mempercepat
pemulihan kinerja keuangan BUMN Karya perlu menjadi prioritas di 2024. (Yoga)
Postingan Terkait
Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023