;

Antrean IPO Saham Masih Panjang

Ekonomi Hairul Rizal 10 Jan 2024 Kontan
Antrean IPO Saham Masih Panjang
Tahun pemilu tak meredupkan rencana perusahaan mencari dana di pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, ada 60 rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dalam pipeline penghimpunan dana. Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK mengatakan, nilai IPO dari 60 perusahaan tersebut sekitar Rp 10,01 triliun. Selain IPO, ada 11 perusahaan akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) senilai Rp 5,40 triliun. Lalu, akan ada delapan rencana penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) sebesar Rp 9,26 triliun. Terakhir, terdapat 6 rencana penerbitan PUB EBUS Tahap I & II senilai Rp 4,01 triliun. Jika ditotal, OJK telah mengantongi 85 rencana aksi korporasi dengan nilai indikasi Rp 28,68 triliun. Sejumlah sekuritas pun optimistis kondisi pasar modal masih kondusif sehingga memicu perusahaan untuk menjaring dana dari pasar. Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana menilai, terdapat sejumlah katalis yang bisa mendukung pasar saham tahun ini. Salah satunya suku bunga yang diproyeksikan akan menurun di pertengahan tahun 2024. Sentimen ini diyakini bisa berdampak positif ke pasar ekuitas. "Ke depan saya yakin prospeknya masih bagus," kata Oki, saat ditemui di Gedung BEI, Selasa (9/1). Oki mengatakan, saat ini Mandiri Sekuritas sudah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan yang akan diantar melantai ke bursa. Meski tak merinci, Oki menyebut perusahaan ini berasal dari berbagai sektor, seperti barang konsumen hingga sumber daya alam. "Ada beberapa yang lagi kami diskusikan," katanya. Tapi, dia memastikan belum ada perusahaan yang akan IPO melalui Mandiri Sekuritas pada kuartal I-2024. Kebanyakan rencana IPO akan dilakukan pada semester pertama dan kedua 2024.  
Tags :
#Saham #Bursa
Download Aplikasi Labirin :