Muhaemin, Ketulusan untuk Tani Mulus
Muhaemin (40) bukan petani biasa. Ketua Koperasi Tani Mulus
di Kabupaten Indramayu, Jabar, ini memproduksi beras premium, mengembangkan
usaha ternak kambing, serta membangun kios pupuk. Tidak hanya meraih prestasi,
ia juga membantu petani. Spanduk panjang bertuliskan ”Kios Pertanian Tani
Mulus” terpajang pada sebuah bangunan di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung,
Rabu (4/10). Di kios berlantai keramik
itu, berbagai jenis pupuk menumpuk. Aneka merek pestisida juga tertata rapi. Beginilah
potret toko milik Koperasi Tani Mulus yang berdiri pada 2019. Kios ini tidak
hanya menjadi pusat pencarian sarana pertanian bagi petani setempat, tetapi
juga jawaban atas masalah klasik: kesulitan petani membeli pupuk. Sebab, toko
ini menerapkan sistem ”yarnen” atau pembayaran saat panen tanpa bunga. Jadi, petani
yang membeli pupuk bisa melunasinya setelah mendapatkan uang hasil panen.
Selama ini, petani kesulitan dana karena belum panen. Tempo pembayaran di kios
pun lebih longgar.
”Ada yang belum bayar berbulan-bulan, padahal sudah panen,”
ucap Muhaemin tersenyum. Nota-nota pinjaman pupuk dan pestisida itu tergantung
di dekat meja kasir. Ia juga mencatat utang para petani di tablet yang
terhubung dengan internet nirkabel. Dalam aplikasi pencatatan utang, pinjaman
petani di musim tanam gadu atau kedua mencapai Rp 101.158.500. ”Musim rending (tanam
pertama) awal tahun ini utangnya Rp 217 juta. Ini lebih banyak karena jarak
musim gadu ke rendeng lama,” ujarnya. Lebih dari 200 anggota koperasi yang
tinggal di Cikedung bisa mengakses skema itu. Menurut Muhaemin, sistem itu
tidak membuat kiosnya bangkrut. ”Kami ingin petani fokus menanam. Masalah pupuk
silakan ngomong. Jangan sampai hasilnya tidak bagus,” ujarnya. Baginya, tujuan
utama kios itu bukan untuk mengejar profit, melainkan membantu petani. Tak
disangka, ia justru mendapatkan tawaran kolaborasi oleh mitra kerja untuk
membangun dua kios di Subang, yang juga sentra pertanian di Jabar, dengan
sistem pembayaran cash dan carry (bayar langsung). Hasilnya, lumayan. Subang
dipilih karena masa tanam yang berbeda dengan Indramayu. (Yoga)
Postingan Terkait
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023